Universitas Tadulako Hapuskan Ospek Mahasiswa Baru

Intan Yunelia 08 Agustus 2018 09:44 WIB
Pendidikan Tinggi
Universitas Tadulako Hapuskan Ospek Mahasiswa Baru
MI/Panca Syurkani
Jakarta: Universitas Tadulako (Untad) yang berada di kota Palu, Sulewasi Tengah meniadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB)  atau yang lebih dikenal Ospek di tahun ajaran 2018 ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari perundungan yang potensial terjadi antara senior dan mahasiswa baru.

“Tidak ada kegiatan seremonial, tetapi mahasiswa langsung ke kelas-kelas untuk menerima materi,” kata Ketua Panitia PKKMB Intam Kurnia, dikutip dari antara, Rabu, 8 Agustus 2018.


Ia melanjutkan, bahwa materi yang diberikan ini akan dilangsungkan selama lima hari berturut-turut. Dengan waktu yang singkat, mulai dari 08.00 Wita hingga 12.00 Wita.

Pemateri pun tidak melibatkan senior di universitas. Namun diturunkan langsung dosen-dosen yang berasal dari internal Untad.

“Dalam hal ini kita lebih memanusiakan manusia, tidak ada lagi perpeloncoan,” ucap  Intam.

Ruangan dengan 160 kelas pun telah dipersiapkan untuk bisa mengontrol mahasiswa lebih baik, dan intens pada setiap kelasnya. Dengan pemateri yang berjumlah 180 orang.

“Pendamping ini berperan memfasilitasi ketika habis materi tidak ada yang di luar menunggu pemateri berikutnya,” ujar Intam.

Metode tersebut sudah menjadi kebiasaan Untad sejak 2016 lalu. Namun dimodifikasi metodenya dengan kembali digabungkan di beberapa ruangan seperti auditorium.

“Yang terjadi banyak mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsan. Kita evaluasi, ternyata faktor tempat, juga kegiatannya dilakukan dari pagi hingga sore selama dua hari. Kali ini, kita potong setengah hari dan memanfaatkan semua kelas,” terang Intam.

Selain dosen, turut dilibatkan pemateri eksternal Untad. Yakni Polda, Komando Resort Militer (Korem), dan BNN (Badan Narkotika Nasional).

“Nanti kegiatan fakultas mungkin akan melibatkan pihak dari luar seperti kepolisian yang memberikan materi lalu lintas,” tuturnya.

Selama PKKMB itu, mahasiswa akan menerima sembilan materi, yakni kehidupan berbangsa dan bernegara, pembinaan gerakan nasional revolusi mental, perguruan tinggi di era revolusi industri, sistem pendidikan tinggi

Indonesia, pencegahan dan penanggulangan intoleransi, radikalisme dan terorisme, penyalahgunaan narkoba dan anti narkoba, ketadulakoan, penanggulangan bencana alam dan pembinaan kesadaran bela negara.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id