NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Media Indonesia
Ilustrasi. Foto: Media Indonesia

KPAI: Guru Harus Bisa Bedakan 'Bullying' dengan Bercanda

Pendidikan kekerasan Kekerasan di Sekolah
Ilham Pratama Putra • 11 Maret 2020 14:03
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta guru dapat membedakan siswa yang melakukan perundungan atau bullying dengan bercanda. Guru layak disebut tak memahami manajemen kelas, jika tidak mampu membedakan dua hal tersebut.
 
"Itu berarti ada kelalaian. Dalam proses pembelajaran, guru itu punya yang namanya manajemen kelas. Kok bisa dalam satu proses pembelajaran, sampai dia tidak tahu ada penganiayaan," kata Retno dalam acara Demi Publik, Metro TV, Selasa, 10 Maret 2020.
 
Menurutnya, jika guru memiliki manajemen kelas yang baik, perundungan tidak akan terjadi. Dia memberi contoh pada kasus yang menimpa salah satu siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pekanbaru, Riau berinisial FA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


FA mengalami perundungan pada akhir 2019 lalu, hingga mengalami patah tulang di hidung. Kejadian inilah yang membuat Retno menyayangkan kelalaian guru di dalam melakukan manajemen kelas.
 
"Kok bisa ada siswa memegang kayu, dan membenturkan lutut ke hidung hingga patah. Itu kan terlihat kasat mata. Berarti guru ini mengabaikan, berarti tidak memiliki manajemen kelas yang baik," jelasnya.
 
Menurutnya, jika suatu kejadian dalam koridor bercanda, maka tak akan ada kecelakaan yang parah seperti yang dialami FA. Karena dalam bercanda, anak akan merasakan senang.
 
"Kalaupun itu kecelakaan saat bercanda, tidak mungkin seperti itu, kan dia (FA) merasa takut. Dia sampai tidak berani bercerita, berarti itu ada tekanan," ungkap Retno.
 
Menurutnya perundungan secara fisik biasanya diawali dengan perundungan verbal dan psikis. Hal itu, kata Retno, tentu akan berdampak buruk kepada seluruh pihak.
 
"Anak-anak yang menjadi saksi yang juga melihat itu ada dampak psikologis. Mereka ada rasa tidak bisa menolong, kedua anak pelaku juga punya dampak buruk secara psikologi, terlebih anak korban," pungkas dia.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif