Prof Dr Elfi Anis Saati dikukuhkan sebagai guru besar bidang Teknologi Hasil Pertanian. Foto: Antara/Dok UMM
Prof Dr Elfi Anis Saati dikukuhkan sebagai guru besar bidang Teknologi Hasil Pertanian. Foto: Antara/Dok UMM

Guru Besar ke-17 UMM, Tekuni Pertanian Potensial Berpigmen

Pendidikan Pendidikan Tinggi Guru Besar
Antara • 18 September 2020 21:55
Malang: Elfi Anis Saati resmi menjadi guru besar ke-17 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setelah bertahun-tahun menekuni hasil pertanian potensial berpigmen untuk kebutuhan pangan. Elfi dikukuhkan sebagai guru besar bidang Teknologi Hasil Pertanian di area terbuka di sepanjang jembatan menuju Gedung Kuliah Bersama (GKB) I UMM dengan harapan sirkulasi udara lebih baik.
 
Dalam orasi ilmiah pengukuhannya, Elfi mengambil judul 'Pemberdayaan Hasil Pertanian Lokal Potensial BerPigmen dan Peran Sadar Gizi Keluarga Mendukung Ketahanan Pangan Halal Thoyyiban'. Menurut Elfi, pentingnya ketahanan pangan dalam dalam ekonomi global dan nasional harus dipahami oleh berbagai kalangan, baik pemerintahan, organisasi internasional, pengelola sektor swasta, maupun lembaga kemasyarakatan.
 
"Hal ini dapat dimulai dari ketahanan pangan keluarga. Salah satu yang berpengaruh terhadap kualitas pangan adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP), seperti pewarna, pengawet, penyedap rasa, antigumpal, pemucat, dan pengental," tutur Evi melansir Antara, Jumat, 18 september 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:UNS Tambah Dua Guru Besar Ekonomi dan Kedokteran
 
Penggunaan warna pada suatu produk pangan (makanan- minuman) misalnya, menjadi salah satu hal penting yang mempengaruhi kualitas produk. Selain lebih menarik, kata dia, pewarna makanan dapat meningkatkan selera dan penerimaan konsumen.
 
Sayangnya, kebutuhan pewarna sintetis yang masih impor ini, penggunaannya kerap menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi takaran maupun cara penggunaan. Melihat hal tersebut, Elfi mengembangkan penelitian tentang sumber daya hayati Indonesia yang tinggi kandungan zat gizi dan nongizi yang menyehatkan. Mengusung semangat mendukung produk unggul lokal, karya ini juga jadi bentuk perhatian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
 
"Konsumen semakin sadar agar kehidupan yang dijalani senantiasa sehat, bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga harus bergizi dan sehat. Mereka yang menyadari hal tersebut, juga lebih selektif dalam menentukan jenis makanan yang akan dikonsumsi," kata Kepala Laboratorium Sentral dan Halal Center UMM ini.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif