Milenial Cenderung Pilih Berwirusaha Ketimbang Jadi Karyawan
Dokumentasi Humas Untar
Jakarta:  Generasi milenial memiliki kecenderungan untuk memilih berwirausaha ketimbang bekerja menjadi karyawan di perusahaan.  Kisah sukses para wirausahawan muda turut mempengaruhi minat milenial dalam berwirausaha.

"Generasi milenial lebih senang berwirausaha, dibandingkan bekerja di perusahaan mapan, karena waktu mereka lebih banyak habis dalam perjalanan menuju tempat kerja," ujar Wakil Rektor Universitas Tarumanagara Gatot P. Soemartono, seperti dikutip dari Antara, Senin, 5 November 2018.


Dia memberi contoh, para milenial harus bangun pagi menuju tempat kerja, biaya transportasi yang mahal, hingga menghadapi jalanan yang penuh dengan kemacetan. Hal ini dikarenakan, banyak para pekerja yang tinggal di pinggiran ibu kota.

Selain itu juga, sejumlah kisah sukses wirausahawan muda, kata dia, turut mempengaruhi minat generasi milenial untuk berwirausaha.  "Meskipun milenial menyadari bahwa berwirausaha itu tidak mudah, karena kata orang bahwa sukses itu satu persen keberuntungan, satu persen bakat,
dan 98 persen adalah tidak menyerah," tambah dia.

Kondisi tersebut, dinilai berbeda dengan generasi sebelumnya, yang lebih memilih bekerja di perusahaan mapan dibandingkan wirausaha.  Menurut Gatot,  generasi muda yang berinovasi dan berusaha mempunyai peran sangat penting untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Untuk dapat berwirausaha, kata dia, yang dibutuhkan adalah pengembangan kreativitas dan inovasi, berani mengambil risiko terutama untuk perusahaan rintisan.  Selain itu juga harus mau berinteraksi dan bersaing dengan industri yang didigitalkan.

"Kalau saat ini, saya lihat milenial lebih suka bisnis kuliner," ujarnya.

Baca: Minyak Sawit Potensial Jadi Sumber Energi Alternatif

Seorang mahasiswa, Felia mengatakan dirinya dan tim menawarkan kentang dalam bentuk lain yaitu "Mbok Yur" (maknyos bola ketang sayur).   "Yang membedakan dibandingkan kentang lain adalah modifikasi sambal mulai dari sambal matah (Indonesia), Chilli Crab Sauce (Singapura), saus Thousand Island (Amerika Serikat), saus Bollognese (Italia)," sebut Felia.

Felia menjelaskan Kentang kanbiasanya disajikan seperti stik dan hanya menggunakan satu saus.  Felia mengatakan jika minat masyarakat tinggi, dia berencana untuk menekuni bisnis ini sebagai perusahaan rintisan kuliner. 




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id