Yenny Wahid Pakai Jaket BTS ke Universitas Al Azhar
Pendiri Wahid Institut, Yenny Wahid menggunakan jaket Bangtan Boys (BTS), Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Pendiri Wahid Institut, Yenny Wahid menggunakan jaket Bangtan Boys (BTS) saat menghadiri acara diskusi Indonesia Emas 2045 di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta. Ada pesan yang ingin disampaikannya dari jaket band Korea yang tengah digandrungi remaja tersebut. 

"Hari ini saya pakai jaket, siapa yang tahu BTS? Grup band Korea nomor satu. Dalam waktu 24 jam download-nya 45 juta. Mengalahkan Taylor Swift," kata Yenny, di UAI Jakarta, Rabu, 7 November 2018.


Menurut Yenny, alasan dia menggunakan jaket itu karena BTS bisa menjadi panutan para generasi milenial dan menjadi salah satu influencer positif. Terlepas dari kekagumannya terhadap BTS sejak grup band itu ditunjuk menjadi duta UNICEF.

"Kalau kita bisa membuat para influencerdi social media, orang-orang yang punya pengaruh besar di masyarakat. Kalau mereka punya kepedulian dan menyuarakan hal penting di masyarakat ini dampaknya bisa luar biasa," ungkap Yenny. 

Pesan lainnya dari jaket BTS adalah slogan love yourself. Dengan kata-kata itu, Yenny berharap para generasi milenial dapat mencintai dirinya sendiri dan tidak menjadi diri orang lain, khususnya dalam bermedia sosial (medsos).

"Di medsos orang ngomong sesukanya dan buat anak muda tidak percaya diri. Tingkat bunuh diri lebih tinggi pada zaman sosmed dibanding sebelum ada sosmed," beber putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

Baca: Yenny Wahid: Anak Muda Hati-hati Gunakan Medsos

Anak-anak. kata Yenny, harus dibiasakan menerima dirinya apa adanya. "Ketika dicemooh dia punya sistem nilai mencintai dirinya sendiri, agar menjadi imunitas terhadap virus bullyingyang ada di sosmed," beber Yenny. 

Dalam seminar itu hadir juga Rektor Universitas Al Azhar Asep Saefuddin, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila Mahfud MD, Aktor Reza Rahadian dan Digitalpreneur Prasetyo Andi Wicaksono. Untuk diketahui, seminar itu dilakukan untuk membedah peluang emas generasi muda atau para milenial menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka. 

Para milenial memiliki peran vital unuk membawa kejayaan Indonesia di berbagai aspek, mulai dari semangat kebangsaan, kreatifitas dan inovasi di tengah kemajuan teknologi.  Selain itu, juga untuk memompa semangat berprestasi unggul di bidang seni budaya dan olahraga.

"Pasalnya, mereka lah yang akan memimpin Indonesia pada 2045 nanti," tutup Yenny.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id