Kuliah. DOK Unesa
Kuliah. DOK Unesa

Pemerintah Upayakan Kampus Berkualitas Tanpa Bebani Uang Mahasiswa

Ilham Pratama Putra • 15 Januari 2026 14:31
Jakarta: Pemerintah terus berupaya memajukan kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Pemerintah tengah mengupayakan agar kampus dapat tumbuh dengan kualitas yang baik, namun tidak turut membebani masyarakat.
 
"Sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
 
Pembicaran ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dengan rektor perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dan sejumlah guru besar di Istana Kepresidenan.  

"Tapi mohon maaf mungkin kali ini memang agendanya tertutup, karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis oleh Bapak Presiden dengan para rektor dan para guru besar," kata Prasetyo. 
 
Sebanyak 1.200 rektor dan guru besar bidang sosial dan hamaniora diundang oleh Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo mengatakan pertemuan ini menegaskan komitmen Kepala Negara menjadikan pendidikan sebagai faktor kunci dan fondasi utama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045.
 
Dia menyebut pemerintah tengah berupaya meningkatkan kualitas lembaga-lembaga pendidikan. Termasuk perguruan tinggi, baik dalam hal sarana dan prasarana maupun kualitas dosen dan tenaga pendidiknya.
 
Salah satu permintaan Prabowo dalam pertemuan itu adalah keinginan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter. Saat ini, Indonesia masih kekurangan lebih dari 100 ribu dokter.
 
"Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan,” ungkap dia. 
 
Prasetyo menyebut fokus Presiden Prabowo dalam sepekan terakhir diarahkan pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Hal itu seiring dengan agenda besar pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.
 
Sedangkan terkait substansi pembahasan, Prasetyo menyampaikan diskusi mencakup berbagai isu strategis pendidikan tinggi. Karena itu, para rektor dan guru besar dikumpulkan.
 
"Oleh karena itulah Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dan dengan berbagai pihak, dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta,” ujar dia.
 
Pertemuan ini turut menegaskan komitmen pemerintah dalam menempatkan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia. Utamanya sebagai pilar utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
 
“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” kata Prasetyo. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan