Kebijakan insentif penulis ini bukan sekadar stimulus fiskal biasa, melainkan modal pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Keringanan pajak tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem yang merangsang masyarakat untuk lebih produktif menulis dan menerbitkan buku.
“Dampaknya ke pertumbuhan ekonomi tidak jangka pendek, tapi jangka panjang. Mungkin setelah bukunya terbit satu atau dua tahun, pembacanya menjadi lebih pintar. Ini adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari laman Media Indonesia, Kamis, 28 Mei 2026.
Dorong Variasi Bacaan dan Literasi Kredibel
Menkeu menambahkan, pemberian potongan pajak bagi profesi penulis ini juga bertujuan untuk memperkaya variasi bahan bacaan di dalam negeri. Kehadiran referensi informasi yang kredibel dinilai sangat penting di tengah derasnya arus informasi media sosial saat ini yang sering kali belum terverifikasi kebenarannya.“Intinya agar penulis Indonesia lebih aktif berkarya karena beban pajaknya lebih rendah,” imbuh Purbaya.
Dalam paket stimulus ekonomi yang disiapkan tersebut, pemerintah secara spesifik menetapkan kebijakan insentif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5 persen khusus untuk profesi penulis.
Realisasi Janji Kampanye Presiden
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa insentif fiskal bagi penulis ini merupakan wujud nyata dari implementasi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.Selain sektor literasi dan perbukuan, pemerintah juga secara simultan menggulirkan stimulus di sektor transportasi berupa diskon tiket angkutan udara dan darat untuk menyambut periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Airlangga optimistis bahwa integrasi rangkaian kebijakan ini, termasuk di dalamnya program magang dan vokasi nasional, akan menjadi motor penggerak ekonomi yang signifikan. Pemerintah menargetkan seluruh kebijakan tersebut dapat memberikan dampak instan pada paruh tahun ini.
“Ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus kuat pada kuartal II tahun ini,” pungkas Airlangga. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News