"Tetapi juga berpotensi menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus pengembangan talenta industri olahraga," kata CEO Campus League Basketball The Nationals 2026 Ryan Gozal di Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam keterangannya, Senin, 15 Juni 2026.
Salah satu ajang yang dapat menunjang, seperti Campus League Basketball The Nationals 2026 yang digelar UPH pada 7-13 Juni 2026. Turnamen tersebut mempertemukan 18 tim terbaik dari lima regional yang mewakili 13 perguruan tinggi di Indonesia.
Ryan mengatakan kompetisi olahraga mahasiswa perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem berkelanjutan. Menurut dia, konsep tersebut terinspirasi dari National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat yang selama puluhan tahun berhasil menjadikan kampus sebagai pusat pengembangan atlet muda.
Ryan menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis membentuk budaya olahraga yang kuat. Sekaligus, mampu memperkuat keterikatan mahasiswa dan alumni untuk bidang olahraga.
"Pertandingan di kampus bukan hanya soal venue. Ada kebanggaan mahasiswa yang dibangun dan hubungan alumni dengan kampus yang semakin kuat melalui olahraga," kata Ryan.
| Baca juga: 18 Tim Basket Kampus se-Indonesia Tanding di Campus League 2026, Siapa Jagoanmu? |
Ia menilai UPH menjadi mitra yang tepat karena memiliki visi yang sejalan dalam pengembangan olahraga. Selain didukung fasilitas yang memadai, UPH juga memberi perhatian besar terhadap kehidupan mahasiswa dan aktivitas olahraga.
Menurut Ryan, penyelenggaraan Campus League Basketball The Nationals 2026 menunjukkan kompetisi olahraga mahasiswa dapat dikemas profesional. Sekaligus, menjadi ruang pembelajaran bagi peserta.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPD Perbasi) Banten, Tikky Suwantikno. Ia menyebut perguruan tinggi merupakan wadah ideal untuk mengembangkan atlet muda menuju level profesional maupun tim nasional.
"Kampus merupakan wadah paling pas untuk pengembangan bola basket, khususnya bagi anak muda yang ingin melangkah ke level profesional atau tim nasional," ujar Tikky.
Menurut dia, pengembangan olahraga di lingkungan kampus perlu diperkuat. Sebab, memungkinkan atlet tetap memperoleh pendidikan sekaligus pembinaan olahraga secara berkelanjutan.
| Baca juga: Tampil Gemilang, Tim Basket UPH Juara Regional Jakarta dan Melaju ke Babak Nasional Campus League 2026 |
Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relation UPH, Andry M. Panjaitan, mengatakan kerja sama dengan Campus League merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem yang mendukung pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Menurut dia, mahasiswa perlu memahami olahraga bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai industri yang memiliki peluang karier dan dampak ekonomi yang besar.
"Kami melihat kolaborasi ini sebagai langkah yang baik agar mahasiswa memahami olahraga tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai industri yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang," kata Andry.
Ia menjelaskan komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengembangan mahasiswa. Termasuk program Health and Wellness yang menjadi bagian dari pengalaman belajar wajib bagi seluruh mahasiswa UPH.
Program tersebut dirancang untuk mendorong mahasiswa menjaga kesehatan fisik. Sekaligus membangun gaya hidup aktif selama menempuh pendidikan tinggi.
Executive Director of UPH Sport sekaligus pelatih Tim Basket Putra UPH Eagles, Dr. Stephen Lester Metcalfe, menilai Campus League telah membawa kompetisi basket mahasiswa Indonesia ke level lebih profesional. Dia berharap ajang tersebut dapat mengakselerasi atlet di kampus.
"Campus League menaikkan standar dan membuat kompetisi menjadi lebih profesional. Ini bagus untuk keseluruhan sistem dan perkembangan basket Indonesia," ujar dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda