Ilustrasi. Foto:  Medcom.id/M. Rizal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/M. Rizal

Menjadi Bahasa Internasional, Syarat Berikut Harus Dipenuhi

Pendidikan Bahasa Indonesia
Intan Yunelia • 22 November 2019 17:51
Jakarta:Bahasa Indonesia berpotensi untuk menjadi Bahasa Internasional yang digunakan sebagai bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi sebelum resmi ditetapkan sebagai bahasa internasional.
 
“Syarat pertama penuturnya banyak. Kita sudah memenuhi syarat itu,” kata Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dadang Sunendar di kegiatan Lesehan Kebangsaan dengan tema ‘Bahasa Penghela Pembangunan Manusian: Pembinaan Bahasa, Pembinaan Bangsa' di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat 22 November 2019.
 
Persyarat kedua, adalah bahasanya mudah dimengerti dan dipahami. Syarat ini pun sudah dimiliki Bahasa Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga, adalah Bahasa Indonesia yang banyak digunakan di negara-negara di luar Indonesia. “Bahasa kita tidak hanya digunakan di satu negara saja, Bahasa kita digunakan oleh negara lain di Timor Timur, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Filipina dan Thailand dengan berbagai dialek yang berbeda-beda,” ujar Dadang.
 
Keempat yang harus dimiliki sebuah negara yang bahasanya digunakan sebagai bahasa internasional adalah memiliki stabilitas ekonomi politik. Indonesia, menurutnya masuk ke dalam 20 besar negara dunia yang memiliki stabilitas ekonomi politik baik.
 
“Kita sudah termasuk 20 stabilitas ekonomi politik yang sudah bagus,” papar Dadang.
 
Namun, ada persyaratan terakhir yang menjadi tugas bersama masyarakat Indonesia namun sulit dilakukan. Yaitu menggunakan Bahasa Indonesia secara terus menerus dan bangga untuk menggunakannya di ruang publik.
 
“Yang sedang kita upayakan dan masih susah dan ini menjadi alasan kenapa kita berkumpul di sini yaitu sikap masyarakat Indonesia terhadap Bahasa negaranya ini justru pekerjaan terbesar kita masih ada di dalam negeri,” tutupnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif