Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah dalam konferensi pers BAAA#3 di Jakarta (24/9) Foto: Medcom.id/ Muhammad Syahrul Ramadhan
Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah dalam konferensi pers BAAA#3 di Jakarta (24/9) Foto: Medcom.id/ Muhammad Syahrul Ramadhan

Pemenang Basoeki Abdullah Art Award Dapat Rp25 Juta

Pendidikan lukisan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 24 September 2019 16:26
Jakarta: Basoeki Abdullah Art Award (BAAA) #3 akan memilih lima karya seni rupa terbaik. Nantinya para pemenang penghargaan akan mendapatkan apresiasi sebesar Rp25 juta rupiah.
 
"Kami memberikan hadiah untuk lima terbaik berupa uang, Rp25 juta satu orang. Berarti kalau ada lima 125 juta," kata Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah dalam konferensi pers BAAA#3, di Senayan, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.
 
Sebanyak 40 nominator, nantinya akan dinilai oleh tim juri. Maeva menjelaskan, jumlah tersebut bertambah dari yang sebelumnya hanya 20 nominator.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim juri terdiri dari Pengamat Seni dan Pendidik di UPH (Universitas Pelita Harapan), Amir Sidharta, Kurator Seni dan Guru Besar UNESA Surabaya, Djuli Djatiprambudi, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Irawan Karseno, Kurator dan Staf Pengajar ISI Yogyakarta, Mikke Susanto dan Kurator serta Dosen FSRD ITB, Rikrik Kusmara.
 
Maeva mengatakan, selain mendapatkan hadiah, karya para pemenang juga berkesempatan untuk ditampilkan di Museum Basoeki Abdullah. "Ketika ini tiga kali karya karya satu, dua, dan tiga akan kami pamerkan kembali," ujarnya.
 
Tema yang diusung gelaran ketiga ini Remitologisasi. Juri BAAA#3, Mikke Susanto mengungkapkan tema ini untuk mempertanyakan ulang atau direkonstruksi. Agar perupa muda mampu menerjemahkan mitos-mitos yang dikeluarkan Basoeki Abdullah.
 
"Apakah mitos sekarang ditiadakan habis? atau sebenarnya berkelindan di antara kita, cuma tidak sadar, atau mitos itu kini menjadi hoaks," ungkap Mikke.
 
Selain itu, Dosen ISI Yogyakarta ini juga mengatakan, tema ini diusung untuk menantang perupa muda untuk memperlakukan mitos sebagai sebuah inspirasi baru, sebagai kajian.
 
"Sesungguhnya yang mampu mengelola mitos, mengais mitos itu seniman. Seniman tidak ada di satu titik tertentu. Bisa di wilayah sains, agama, mitos yang hari ini muncul," terangnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif