Menkominfo, Rudiantara (kedua dari kanan) saat berbincang dengan siswi SMA asal NTT Maria Pascalia W.  Foto:  Dok.Humas Esa Unggul
Menkominfo, Rudiantara (kedua dari kanan) saat berbincang dengan siswi SMA asal NTT Maria Pascalia W. Foto: Dok.Humas Esa Unggul

Gantikan Rudiantara, Siswi SMA Orasi Ilmiah di Esa Unggul

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Oktober 2019 12:29
Jakarta: Universitas Esa Unggul menggelar Wisuda S1, D3, Profesi dan Pascasarjana, Rabu 9 Oktober 2019. Universitas Esa Unggul mewisuda 786 Wisudawan/wati dari berbagai jurusan dan Fakultas.
 
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara seharusnya dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah dalam wisuda tersebut. Namun ia justru menyerahkan tugas orasi ilmiahnya tersebut kepada salah satu siswi SMA asal NTT Maria Pascalia W.
 
Ternyata, Maria sedang mengikuti Program Sehari Menjadi Pemimpin menggantikan Rudiantara sebagai menteri. Dalam orasinya, Rudiantara yang disampaikan oleh Maria menekankan para wisudawan untuk selalu adaptif terhadap perkembangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terutama diminta jeli melihat tiga peluang yang akan dihadapi saat memasuki era digitalisasi. Peluang pertama ialah Workforce digitization atau terciptanya lapangan kerja yang baru.
 
"Lapangan pekerjaan baru saat ini sudah bermunculan akibat masuknya era digital 4.0, ini merupakan satu fenomena di era digital, pekerjaan yang dulunya tidak ada kemudian muncul dan menggantikan pekerjaan yang sudah ada, kebanyakan pekerjaan yang tergantikan ialah pekerjaan yang sifatnya repetitif," ucap Rudiantara dalam orasinya, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Peluang kedua yakni economy sharing, menurutnya di era digital saat ini economy sharing telah bermunculan. Salah satunya terdapat pada berkembangnya E-commerce dan Online Shop.
 
Rudiantara mengungkapkan, perputaran economy sharing di dunia digital akan terus berkembang. Terutama di tahun 2020 saat tren ekonomi digital dapat menghasilkan USD130 miliar.
 
"Dari data pemerintah, saat ini kemunculan Economy Sharing digitalmenjadi salah satu penopang ekonomi di Indonesia. Hal ini didukung oleh sejumlah startup di bidang E-commerce yang menumbuhkan wirausaha baru di masyarakat," ujarnya.
 
Dimudahkannya Financial Inclusion sebagai peluang ketiga. Yakni ketika akses pada industri keuangan terutama bank saat ini semakin mudah apalagi di era digital.
 
"Jika dahulu orang ingin melakukan transaksi atau persoalan keuangan harus datang ke bank namun saat ini masyarakat dimudahkan untuk mengakses layanan keuangan, contohnya munculnya layanan keuangan digital berbasis aplikasi dan daring," ucapnya
 
Rudiantara pun mengatakan peluang ketiga dari era industri 4.0 ini adalah dimudahkannya Financial Inclusion, akses pada industri keuangan terutama bank saat ini semakin mudah apalagi di era digital. "Jika dahulu orang ingin melakukan transaksi atau persoalan keuangan harus datang ke bank namun saat ini masyarakat dimudahkan untuk mengakses layanan keuangan, contohnya munculnya layanan keuangan digital berbasis aplikasi dan daring," ucapnya.
 
Sementara itu Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma, berpesan kepada Wisudawan untuk selalu meningkat keterampilan dan pengetahuan agar mampu bersaing dan menjadi lulusan yang unggul.
 
"Saya berharap semangat belajar kalian tidak berhenti sampai di sini saja, namun mampu mengembangkan kemampuan Kognitif dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) kalian agar mampu bersaing di era digital saat ini, karena persaingan kalian bukan lagi antar manusia saja namun kalian akan bersaing dengan robot dan mesin," terangnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif