Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia.
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia.

KPAI: Imbauan Guru Pilih Ketua OSIS Seagama Menggerus Nilai Keragaman

Pendidikan guru rasisme Pendidikan Menengah
Ilham Pratama Putra • 28 Oktober 2020 22:03
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan adanya temuan imbauan guru SMA Negeri di Jakarta yang mengajak muridnya memilih Ketua OSIS yang seagama. Kasus ini dinilai melunturkan nilai keragaman di satuan pendidikan.
 
"Keberagaman mulai luntur di negeri ini, termasuk di sekolah negeri, padahal sekolah negeri seharusnya tempat menyemai keragaman karena para siswanya sangat beragam, baik secara agama, suku, status sosial," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Menurut Retno, penghargaan atas keragaman penting ditanamkan kepada para guru. Tujuannya, supaya para guru dapat membudayakan keragaman dan mendorong para siswanya untuk menghargai keragaman pula.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyayangkan saat ini kebanyakan guru memilih bersikap abu-abu dalam menghargai perbedan. Padahal, Indonesia dibangun di atas dasar kebhinekaan.
 
"Jadi, toleransi itu mutlak, bukan sekadar menghargai perbedaan, tapi lebih dari itu, tidak ada kebencian sedikit pun pada perbedaan," lanjut Retno.
 
Menurutnya, apabila guru mengajarkan kebencian atas keragaman, kebencian tersebut akan benar-benar terwujud di kalangan para siswa. Yang lebih menakutkan, kebencian dan anti keragaman tersebut dapat menjadi budaya di sekolah.
 
"Membangun budaya menghargai dan hidup dalam keragaman harus dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen negara, mulai dari kepala negara hingga kepala sekolah dan guru. Sekolah seharusnya menumbuhkan semangat kerja sama dalam keberagaman, bukan justru mendorong keseragaman," papar Retno.
 
Baca:KPAI Sesalkan Imbauan Guru Soal Memilih Ketua OSIS Seagama
 
KPAI mendapati laporan percakapan seorang guru berinisial TS, 56, dalam grup WhatsApp ‘Rohis 58’, yang diduga berbau rasialisme. Guru SMAN di Jakarta itu meminta agar anggota grup WhatsApp itu tidak memilih calon ketua OSIS yang beragama non muslim.
 
Dalam tangkapan layar yang diterima KPAI, TS menuliskan pesan agar para siswa berhati-hati dalam memilih calon ketua OSIS. TS ingin ketua OSIS di SMA tersebut memilki akidah yang sama dengan anggota grup WhatsApp 'Rohis 58'.
 
Berikut isi pesan yang dilaporkan salah seorang anggota grup 'Rohis 58', Tini, kepada pihak KPAI:
 
Assalamualaikum, hati-hati memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam. Jadi tetap walau bagaimanapun kita mayoritas harus punya ketua yang se-aqidah dengan kita. Mohon doa dan dukungannya untuk Paslon 3, Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Awas Rohis jangan ada yang jadi pengkhianat ya
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif