Ilustrasi. Sekolah rusak akibat gempa Sulawesi Barat. Foto; Dok Kemendikbud
Ilustrasi. Sekolah rusak akibat gempa Sulawesi Barat. Foto; Dok Kemendikbud

Penanganan Bencana, Hak Pembelajaran Siswa Tingkat Akhir Diminta Jadi Prioritas

Pendidikan bencana alam Kebijakan pendidikan
Arga sumantri • 23 Januari 2021 20:52
Jakarta: Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendorong pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan pemenuhan hak pembelajaran siswa terdampak bencana alam. Khususnya, siswa tingkat akhir di setiap jenjang pendidikan.
 
"Perlu menjadi prioritas terkait pemenuhan hak atas pembelajaran maupun ujian sekolah untuk dapat naik ke jenjang pendidikan berikutnya, misalnya TK ke SD; SD ke SMP; dan SMP ke SMA/SMK," kata Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti melalui keterangan tertulis, Sabtu, 23 Januari 2021.
 
FSGI pun mendorong dinas pendidikan dan sekolah menggunakan kurikulum khusus dalam situasi darurat terkait materi atau kisi-kisi ujian akhir sekolah. Sebab, waktu ujian bagi peserta didik kelas 6 SD, kelas IX SMP dan XII SMA sudah dekat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: FSGI Dukung Keputusan Nadiem Tunda Pelaksanaan Asesmen Nasional
 
"Khusus yang berada di wilayah bencana, yang akan mengikuti ujian akhir sekolah beberapa bulan lagi. Penting dan mendesak dipikirkan mekanisme ujian, materi ujian, dan teknis pelaksanaannya oleh Kemendikbud dan dinas pendidikan di wilayah-wilayah bencana," terangnya.
 
Kemudian, FSGI mengusulkan pendidikan kebencanaan diperkuat dalam kurikulum dengan disertai simulasi rutin di sekolah-sekolah. Sebab, Indonesia merupakan wilayah rawan bencana, terutama gempa bumi. 
 
"Dengan memberikan pendidikan kebencanaan disertai simulasi rutin, maka peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa akan mewarisi  kesiapan dan mitigasi bencana ke depannya," ucap Retno.
 
Terakhir, FSGI mengusulkan para pengungsi yang berprofesi guru dan kondisinya sehat jasmani serta psikis, dapat membantu melakukan trauma healing kepada anak-anak di pengungsian. Meskipun, bukan muridnya di sekolah. 
 
"Tentu saja, para guru tersebut dapat diberdayakan dengan dilatih terlebih dahulu oleh para relawan yang datang ke posko posko pengungsian," ungkap dia.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif