Direktur Humas dan Protokoler Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Desayu Eka Surya. Tangkapan layar.
Direktur Humas dan Protokoler Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Desayu Eka Surya. Tangkapan layar.

Unikom Tempuh Jalur Kekeluargaan dengan Pengunggah Video Protes Uang Wisuda

Pendidikan Pendidikan Tinggi Biaya Pendidikan Wisuda
Ilham Pratama Putra • 05 Oktober 2020 16:09
Jakarta: Direktur Humas dan Protokoler Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Desayu Eka Surya mengakui jika pengunggah video protes biaya wisuda yang viral di media sosial ialah salah satu wisudawannya. Pihaknya bakal menyelesaikan masalah dengan wisudawan bernama Dessy itu secara kekeluargaan.
 
"Kami tidak akan membuat sanksi yang berat karena ini anak kami. Kami akan selesaikan dengan cara baik-baik dengan kekeluargaan," kata Desayu dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Desayu menyayangkan munculnya video viral tersebut. Menurutnya, mahasiswa dan orang tua yang bersangkutan kurang mendapat sosialisasi dengan baik perihal wisuda daring. "Jadi terus harus kami bimbing," tambah dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Desayu menganggap isu uang wisuda daring tersebut menjadi liar di media sosial. Makanya, pihak kampus memilih memberikan keterangan pers hari ini. Menurutnya masih banyak masyarakat yang literasi digitalnya tidak terdidik dengan baik.
 
"Akhirnya ada masyarakat yang tidak cerdas dalam literasi media terbawa arus dari video tersebut tentunya memprihatinkan kami. Tapi kami tetep berharap masalah ini segera selesai dan kami akan tempuh jalan dengan baik," ungkap dia.
 
Baca:Penjelasan Unikom Soal Viral Uang Wisuda Daring Mahal
 
Polemik biaya wisuda daring ini ramai dibicarakan sejak munculnya sebuah video seorang ibu yang marah-marah sambil memegang toga untuk wisuda anaknya yang kuliah di Unikom (Universitas Komputer Indonesia) Bandung diunggah oleh akun @dessykusuma52 di TikTok sejak Jumat, 2 Oktober 2020. Video tersebut kemudian viral di Twitter dengan diikuti tagar #unikom dan #WisudaUnikomMahal.
 
Video tersebut berisi seorang ibu yang mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dibayarkan untuk wisuda daring (online) anaknya yang kuliah di Unikom, Bandung. Besaran uang wisuda tersebut dinilai tidak wajar untuk sebuah wisuda online, karena mencapai Rp3.770.000 dan hanya mendapatkan satu baju toga dan masker.
 
"Imbalannya lah untuk orang tua, penguji untuk orang tua, hasil keringat orang tua yang biayain anak cuma dikasih ini. Demi Allah untuk para atasan di Unikom, demi Allah Saya enggak ridho dan enggak ikhlas kalau uang saya enggak dipulangin. Ini 3.770.000 hanya dapat ini doang. Pak takut keselek ya makan uang penghasilan Saya. Tolong untuk para pejabat di Unikom pulangin uang kami orang tua mahasiswa. itu hak kami," ungkap ibu yang terekam dalam video tersebut.
 
Video tersebut sempat menjadi trending Twitter, kemudian di retweet oleh warganet dan diikuti dengan sejumlah komentar dan kritikan pedas.
 
"Kritik diblok, komentar dihapus. Cuma mau minta kejelasan rincian dana wisuda syukur-syukur bisa cashback, yang Rp3,8 juta kurang Rp30 ribu ini yakali wisuda online disamain bayarannya kayak wisuda offline. PTS lain saja masih under Rp1,5 juta bayar wisudanya," kata akun @purjie17 dalam cuitannya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif