Kampus Unair. Foto: Unair
Kampus Unair. Foto: Unair

H-6 UTBK 2026 Rektor UNAIR: Waspada Praktik Perjokian

Citra Larasati • 15 April 2026 18:14
Ringkasnya gini..
  • Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer 2026 segera berlangsung, mulai 21 - 30 April 2026.
  • Sebanyak 16.672 peserta akan mengikuti ujian di Universitas Airlangga.
  • Rektor Unair mengimbau seluruh panitia untuk mengantisipasi risiko kecurangan dan perjokian.
Jakarta: Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 segera berlangsung, mulai 21 - 30 April 2026.  Sebanyak 16.672 peserta akan mengikuti ujian di Universitas Airlangga (Unair).
 
“Artinya, total peserta tersebut mencapai 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung yang disediakan sebanyak 17.600 kursi,” kata Ketua Pusat UTBK UNAIR 2026, Mochammad Amin Alamsjah, dikutip dari laman Unair, Rabu, 15 April 2026. 
 
Ia menjelaskan, ujian akan dilaksanakan dalam 19 sesi yang tersebar di Kampus B dan Kampus C UNAIR yang tersebar di 10 gedung dan 22 ruangan CBT. ​Kampus B tersebar di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Vokasi (Gedung A dan C). Sedangkan di ​Kampus C tersebar di Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, dan FKM.

Amin mengungkapkan, seluruh lokasi dilengkapi dengan ruang transit dan fasilitas teh hangat dan roti, khusus bagi peserta sesi pagi. “Kami memahami bahwa banyak peserta sesi pagi yang belum sempat sarapan karena harus tiba di lokasi lebih awal. Fasilitas ini kami sediakan agar mereka bisa lebih fokus saat menghadapi ujian. Ini adalah langkah luar biasa untuk mendukung kenyamanan mereka,” ujar Amin.

Inklusivitas Bagi Peserta Disabilitas

​UNAIR juga menyediakan fasilitas ujian yang memadai bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna daksa, tuna rungu, dan tuna wicara. Mereka akan ditempatkan di Kampus C dengan pendampingan khusus. Tercatat ada 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa yang akan mengikuti ujian di Gedung Nano.

​Waspada Joki UTBK

Sementara itu, ​Rektor UNAIR, Muhammad Madyan menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan UTBK. Ia mengimbau seluruh panitia untuk mengantisipasi risiko kecurangan dari perjokian. 
 
​”Kepercayaan ini harus kita jaga sebaik-baiknya. Saya meminta seluruh panitia untuk benar-benar waspada terhadap praktik perjokian. Meskipun ini masalah lama, namun cara-cara yang digunakan kini semakin canggih. Kita harus mengantisipasi segala bentuk risiko agar integritas ujian tetap terjaga,” tegas Madyan.
 
​Selain masalah keamanan, Madyan juga menginstruksikan penyediaan fasilitas tempat ibadah yang memadai di dekat lokasi ujian, mengingat peserta diwajibkan hadir sejak pukul 06.00 WIB. 
 
“Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan sukses dan kita diberikan kesehatan,” harapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan