Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKKMK UGM, Gandes Retno Rahayu - foto: istimewa.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKKMK UGM, Gandes Retno Rahayu - foto: istimewa.

Pendidikan Kedokteran Perlu Berevolusi Hadapi Perubahan Zaman

Pendidikan Pendidikan Kedokteran
Intan Yunelia • 04 April 2019 13:24
Jakarta: Pendidikan Kedokteran perlu mengalami penyesuaian dan perubahan agar mencetak tenaga dokter yang profesional. Terutama saat tahapan seleksi mahasiswa kedokteran, harus mempertimbangkan sejumlah syarat tambahan, seperti emotional quotient (EQ).
 
"Para pendidik perlu memahami perubahan-perubahan cepat yang dapat memengaruhi pendidikan kedokteran. Pemahaman ini dapat membantu menciptakan pendidikan yang tepat dan optimal," kata Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKKMK UGM Gandes Retno Rahayu dalam siaran pers yang diterima Medcom. id, Kamis, 4 April 2019.
 
Gandes menyebut saat ini telah terjadi perubahan dalam dunia kedokteran. Salah satunya perubahan pola dan penanganan penyakit secara global. Seperti peningkatan prevalensi penyakit karena gaya hidup, meningkatnya jumlah lansia, serta munculnya sejumlah penyakit baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perubahan lainnya juga terjadi pada pasien yang semakin kritis dan menuntut pelayanan optimal," ujar Gandes.
 
Pendidikan kedokteran juga ikut terlibat dalam evolusi teknologi dan informasi. Hal inilah yang mengharuskan perubahan karakter mahasiswa kedokteran di masa depan.
 
Menghadapi perubahan besar itu, Gandes menekankan, pentingnya lembaga pendidikan kedokteran untuk mencetak lulusan profesional. Dengan begitu, bisa menyediakan pelayanan yang aman bagi pasien.
 
“Lulusan diharapkan mampu menjadi medical expert, communicator, collaborator, leader, helath advocate, scholar dan professional,” terangnya.
 
Gandes menyebutkan untuk menghasilkan lulusan seperti itu diperlukan penyesuaian dan perubahan dalam pendidikan kedokteran. Mulai dari mengubah proses seleksi mahasiswa, tidak hanya seleksi kemampuan kognitif seperti yang banyak dilakukan sebelumnya.
 
Namun, perlu dilengkapi dengan mempertimbangkan karakteristik individu, seperti EQ, kemampuan berempati, bekerja dalam tim, kemandirian, serta rekam jejak kerja sosial.
 
Berikutnya, seleksi tenaga pendidik/dosen juga perlu menggali kemampuan sebagai seorang pendidik. Misalnya, kemampuan menjadi fasilitator, desainer, asesor, dan pengembang sumber pembelajaran.
 
Sementara untuk pengembangan profesionalisme dosen tidak hanya dengan workshop singkat, tetapi program yang terstruktur dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan setiap dosen.
 
Menurutnya, melalui seleksi dan pengembangan karier dosen yang tepat akan menghasilkan dosen dengan kemampuan teknis untuk melakukan pembelajaran yang benar, dengan pendekatan yang benar, dan oleh orang yang benar.
 
Selain itu, penyesuaian kurikulum juga harus dilakukan. Kurikulum harus dibuat terstruktur untuk memberikan arah dan cara yang jelas dalam mencapainya. Adopsi kurikulum berbasis kompetensi yang responsif terhadap perubahan sangat diperlukan. Bukan kurikulum yang didiominasi oleh kegiatan pembelajaran yang statis. Kompetensi harus disesuaikan dengan konteks lokal dan global.
 
Hal lain dengan menerapkan pembelajaran yang adaptif dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Gandes menyebutkan fakultas kedokteran perlu memupuk budaya berpikir kritis untuk memobilisasi pengetahuan ilmiah, pertimbangan etis, dan penalaran publik untuk menghasilkan transformasi sosial yang mencerahkan.
 
“Proses belajar yang menstimulus tumbuhnya kemampuan berpikir kritis, analitis, dan keterampilan menyelesaikan masalah harus menjadi warna utama pembelajaran pendidikan kedokteran,” tegasnya.
 
Kolaborasi dalam berbagai level, ditekankan Gandes, menjadi sebuah kata kunci penting dan tidak dapat dihindari. Kolaborasi perlu dilakukan di dalam internal fakultas, lintas fakultas, secara nasional maupun lintas negara. Kemitraan bersama melalui jaringan, aliansi, dan konsorsium dengan berbagai pemangku kepentingan perlu diperkuat.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif