Siswa di SMKN 30 Jakarta mengikuti UNBK, MI/Galih Pradipta.
Siswa di SMKN 30 Jakarta mengikuti UNBK, MI/Galih Pradipta.

IGI Minta Guru Tak Lagi "Bantu" Siswa Saat UN

Pendidikan ujian nasional
Intan Yunelia • 23 April 2019 07:07
Jakarta: Ikatan Guru Indonesia (IGI) menilai kecurangan yang terjadi dalam Ujian Nasional (UN) tidak sepatutnya terulang kembali. Mengingat UNsaat ini tidak lagi menjadi penentu kelulusan dan lolosnya siswa ke sekolah yang diinginkan saat penerimaan siswa baru.
 
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim juga meminta para guru untuk tidak lagi "membantu" para siswa ketika mengisi lembar jawaban soal UN. Siswa berhak mendapatkan nilai nol jika memang di situlah kemampuan belajarnya.
 
"Membantu siswa saat ujian, bukan hanya mengelabui pengambil kebijakan tetapi juga menghancurkan integritas anak didik. Tak ada gunanya kecerdasan tinggi, kepintaran luar biasa jika integritasnya hancur," seru Ramli di Jakarta, Selasa, 23 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ramli mengatakan, kebijakan pemerintah yang tidak lagi menggunakan nilai UN sebagai penentu kelulusan dan kelolosan siswa ke sekolah, harusnya menjadi pertimbangan siswa untuk tidak lagi berbuat curang. Nilai bukan lagi menjadi penentu yang harus ditempuh dengan segala cara.
 
"Siswa diharapkan jujur dalam menampilkan sosok diri yang sesungguhnya dalam UN," kata Ramli.
 
Baca:Pemeriksaan Ponsel Saat UNBK SMP Diperketat
 
Terlebih lagi pemerintah tengah memasifkan penerapan UNBK di seluruh Indonesia. Meski belum 100 persen sekolah dapat menggelar UNBK, namun upaya tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menekan angka kecurangan yang terjadi selama ini.
 
Minimnya angka kecurangan dalam UNBK dapatdijadikan sebagai data dasar untuk melakukan intervensi program dan kebijakan di sektor pendidikan. "Para guru harus mengarahkan siswa agar tak berpikir atau berniat sedikit pun untuk curang. Kecurangan bukan hanya berdampak jelek pada diri pribadi tapi juga untuk daerah dan generasi selanjutnya," ujar Ramli.
 
Baca:Nilai UN Siswa Penyebar Soal Dinolkan
 
Ia sadar, biaya yang dibutuhkan untuk menggelar UNBK tidak sedikit. Untuk itu, Ramli tidak ingin usaha pemerintah tersebut menjadi sia-sia dengan masih adanya kecurangan.
 
Saat ini baru tujuh provinsi yang mampu menyelenggarakan 100 persen UNBK. Tujuh provinsi yang sudah 100 persen menggelar UNBK yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Aceh, Bangka Belitung, Gorontalo, dan Kalimantan Selatan.
 
Kesuksesan 100 persen UNBK ini perlu diapreseasi tetapi tentu saja mereka yang belum mampu 100 persen juga sudah berupaya keras melakukannya. "Kendala geografis menjadi salah satu masalah yang belum mampu dituntaskan, tetapi kita tetap berharap tahun depan atau dua tahun depan jika UNBK masih dilaksanakan bisa mencapai 100 persen UNBK," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif