Pengukuhan Guru besar Untar, Naniek Widayati. Foto: Dok. Untar
Pengukuhan Guru besar Untar, Naniek Widayati. Foto: Dok. Untar

Pengukuhan Guru Besar Untar

Rektor Untar Minta Guru Besar Tak Cepat Berpuas Diri

Pendidikan Pendidikan Tinggi Guru Besar Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 26 September 2021 09:47
Jakarta:  Universitas Tarumanagara (Untar) mengukuhkan Dr Ir Naniek Widayati Priyomarsono sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Arsitektur Fakultas Teknik Untar.  Saat ini Untar memiliki 25 guru besar.
 
Rektor Untar, Agustinus Purna Irawan mengatakan, bahwa kampusnya terus berupaya mencetak guru besar yang produktif dan inovatif. Untuk itu para guru besar diminta melakukan regenerasi dengan membimbing para calon guru besar baru.
 
"Artinya kita sebagai guru besar atau profesor yang sudah dikukuhkan harus mampu membimbing rekan lain yang ingin menjadi profesor. Membimbing dapat dilakukan dengan mendampingi, menulis artikel bersama, juga bisa riset bersama," kata Agustinus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Agustinus, para guru besar harus mampu mendorong dosen yang belum bergerak menjadi guru besar agar dapat bersama-sama mencapai karier tertinggi akademik tersebut. "Prinsipnya harus dijalankan. Jika tidak, profesor di Untar tidak bertambah," ungkap guru besar Fakultas Teknik Untar ini.
 
Menurut Agustinus, jumlah guru besar di Untar saat ini sudah mencapai 25 orang.  Ia menambahkan, bahwa kuantitas juga bukan segala-galanya bagi Untar.  
 
Bagi Agustinus, kualitas guru besar juga tidak kalah pentingnya.  Sebab menurut Agustinus, guru besar tidak boleh cepat berpuas diri saat sudah mencapai jabatan tertinggi tersebut.
 
Baca juga:  Guru Besar UGM Jelaskan Jenis Terapi Baru Pasien Kanker Rongga Mulut
 
Guru besar harus tetap berkarya, berinovasi, menulis publikasi. "Jangan merasa puas. tetap harus berkarya dan berinovasi bagi kemajuan dunia pendidikan tinggi," tegas Agustinus.
 
Dalam kesempatan yang sama, Naniek Widayati menyampaikan pidato pengukuhan bertajuk "Menyambut Era Masyarakat 5.0 dari Sisi Pandang Preservasi, Konservasi, dan Revitalisasi".  Ia mengatakan, bahwa dalam menyiapkan era masyarakat 5.0 Indonesia yang kaya dan beragam budaya serta kaya arsitektur yang bermacam macam, sangat memungkinkan untuk dikombinasikan dengan tatanan dan nilai baru melalui perkembangan teknologi.
 
Hal ini menurut Naniek, agar tetap dapat berpijak pada kultur setempat. Naniek menegaskan apabila akar budaya kita kuat pada setiap pijakan generasi di Indonesia, niscaya bangsa Indonesia tidak perlu merasa takut menghadapi era masyarakat 5.0.
 
Ia menyakini dunia teknologi dapat bersanding dengan budaya dengan sangat harmonis. "Kita harus maju dan berkembang mengikuti kemajuan teknologi untuk menyongsong era masyarakat 5.0 sehingga dapat menjadi bangsa yang unggul di kancah dunia. Kita harus bergandengan tangan antara masyarakat dan pemerintah untuk maju bersama demi Indonesia masa mendatang," tutup Naniek.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif