Siswa jurusan Teknik Las melakukan praktikum pengelasan plat besi di SMK N 1 Sayung di Demak, Jawa Tengah, ANT/Aji Styawan.
Siswa jurusan Teknik Las melakukan praktikum pengelasan plat besi di SMK N 1 Sayung di Demak, Jawa Tengah, ANT/Aji Styawan.

745 Perusahaan Bina 2.074 SMK di Program Vokasi Industri

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Ilham wibowo • 08 Februari 2019 10:59
Surabaya:Program Pendidikan Vokasi Industri, yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha kini telah memasuki tahap ke delapan. Peningkatan ekonomi nasional diproyeksikan tumbuh pesat di tahun mendatang.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memaparkan sejak digulirkan pada tahun 2017 program ini telah mampu menggandeng sebanyak 2.074 SMK dan 745 perusahaan dari wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi juga telah menyatakan komitmennya.
 
“Pada tahap ke delapan ini, yang meliputi wilayah Jawa Timur, kami melibatkan 295 SMK dan 97 perusahaan. Sampai saat ini, ada 3.708 perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani, karena satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan,” kata Airlangga di Kawasan Industri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kamis, 7 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kesempatan ini, dilakukan pula hibah mesin dan peralatan untuk mendukung praktik pendidikan dari 20 perusahaan kepada 113 SMK. Airlangga pun memberikan apresiasi terhadap antusiasme SMK dan perusahaan yang sudah mengikuti program ini.
 
“Dua tahun lalu, kami mengawali program link and match vokasi industri dari Provinsi Jawa Timur. Provinsi ini dipilih sebagai lokasi peluncuran yang pertama karena kami menilai Jawa Timur sebagai salah satu wilayah yang sangat concern terhadap pengembangan SMK dan merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan industri tertinggi,” paparnya.
 
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kata Airlangga, fokus pembangunan nasional pada tahun ini adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Hal tersebut menjadi fokus selanjutnya, setelah gencar melakukan berbagai pembangunan infrastruktur.
 
“Oleh karenanya, meningkatkan SDM yang kompeten, perlu dilaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih giat,” tuturnya.
 
Baca:Pemerintah Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Polandia
 
Airlangga menambahkan, peluang kerja di industri bukan hanya untuk masyarakat yang memiliki kelengkapan atau kesempurnaan fisik, tetapi juga dapat diisi oleh para penyandang disabilitas. Kemenperin bersama Kementerian Sosial telah membuka diklat sistem 3 in 1 bagi 268 penyandang disabilitas di bidang industri garmen dan alas kaki yang seluruhnya akan ditempatkan bekerja di 11 perusahaan.
 
“Kami menyambut baik peluncuran program vokasi ini, pembukaan diklat sistem 3 in 1 kali ini juga diikuti oleh 50 orang penyandang disabilitas yang akan ditempatkan bekerja di PT. Pradipta Perkasa Makmur,” tuturnya.
 
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad meyakini program pendidikan vokasi ini bisa menjadi solusi kesiapan tenaga kerja. Saat ini jumlah SMK swasta di Indonesia sebanyak 10.500 sekolah, sedangjan SMK negeri mencapai 3.500 sekolah.
 
“Jadi, tidak ada masalah kalau kita mampu melakukan layanan pendidikan yang terbaik dengan menghasilkan lulusan yang bisa langsung terserap kerja,” tutupnya.
 
Lihat Video:
 



 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif