Pakar Pendidikan Abad 21, Indra Charismiadi. Foto: Tangkapan Layar Zoom
Pakar Pendidikan Abad 21, Indra Charismiadi. Foto: Tangkapan Layar Zoom

Setahun Pandemi, Siswa Belum Juga Disiapkan Masuk Era Digital

Pendidikan Virus Korona Sekolah Pembelajaran Daring Pembelajaran Tatap Muka
Citra Larasati • 06 Mei 2021 10:23
Jakarta:  Cara belajar maupun bekerja yang serba digital menandakan telah terjadinya pergeseran era manufaktur menuju digital.  Namun sayangnya, kesiapan SDM Indonesia menghadapi era digital diragukan, karena model belajar yang diterapkan saat ini belum disiapkan untuk belajar dan bekerja di era digital.
 
"Jadi cara membangun manusianya memang harus diubah mindset-nya  tertama guru. Gurunya harus di un-learn. Yang ibaratnya tadinya masak pakai dandang, sekarang diajarkan buat masak pakai rice cooker. Ini yang namanya pedagogi modern," ujarnya.
 
Pakar Pendidikan Abad 21, Indra Charismiadji mengatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring sudah diterapkan selama satu tahun belakangan ini karena pandemi.  Namun sayangnya, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim justru menyatakan kualitas PJJ terus menurun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini, menurut Nadiem, disebabkan kendala PJJ yang tak kunjung bisa dituntaskan selama hampir satu tahun lebih. "Kualitas PJJ ini terus menurun. Ada beberapa kendala yang dialami, ada masalah konektivitas, tidak punya gawai sehingga PJJ sangat sulit dilakukan di sejumlah daerah," kata Nadiem dalam sebuah talkshow daring dalam rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Rabu 5 Mei 2021.
 
Menurut Indra, PJJ yang baik adalah yang bersifat on demand. "Jadi, era sekarang ini harusnya anak sudah bisa belajar di mana dan kapan saja," terangnya.
 
Baca juga:  Nadiem: Kualitas PJJ Terus Menurun
 
Sehingga nanti, jika sudah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pun suasana kelas sudah harus berubah.  "Seharusnya sudah tidak lagi hanya sekadar guru menerangkan satu arah. Kelas itu harusnya dipakai sebagai tempat diskusi, tempat kolaborasi, tempat presentasi, tempat berdebat," sebut Indra.
 
Kondisi ini yang dilihat Indra juga terjadi di dunia kerja kini dan masa depan.  "Kita lihar di kantor Gojek-Google itu minim meja karyawan. Mereka sudah kerja di mana saja, Kerja kapan saja. Mereka cuma adanya ruang meeting dan bebas duduk di mana aja. Prisnsip belajar on demand ini yang kemudian bisa mendorong kita bisa belajar kapan saja dan di mana saja," ujar Indra.
 
Artinya, dengan on demand ini, ketika siswa belajar jarak jauh dan tidak datang ke sekolah, bukan berarti mereka tidak belajar. "Karena semua bisa terdeteksi, semua ada data menggunakan Learning Manajemen Sistem (LMS). Kita gunakan LMS itu bahkan kita bisa tahu siswa itu baca halaman berapa, berapa lama itu, kita tahu itu yang namanya teknologi," katanya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif