Alumni Unair Imamatul Khair. DOK Unair
Alumni Unair Imamatul Khair. DOK Unair

Mau Dapat Beasiswa Fulbright? Simak Tips Lolos Seleksi dari Alumni Unair

Pendidikan Beasiswa Perguruan Tinggi UNAIR Beasiswa Fulbright
Renatha Swasty • 20 April 2022 11:58
Jakarta: Prestasi membanggakan kembali datang dari alumnus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair), Imamatul Khair. Immatul berhasil meraih beasiswa Fulbright untuk melanjutkan studi master pada Bilingual, ESL, and Multicultural Education University of Massachusetts di Amherst, Amerika Serikat.
 
Imamatul membagikan sederet tips lolos beasiswa Fulbright. Berikut tipsnya:

Kenali beasiswa dan penyelenggaranya

Immatul menuturkan beasiswa Fulbright sudah ada sejak lama. Beasiswa ini didanai oleh The United States Department of State dan dikelola oleh The American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).
 
Beasiswa Fulbright sudah sangat dikenal lebih dari 155 negara. Beasiswa ini juga merupakan beasiswa yang prestigious dan fully funded dari awal aplikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, kita tidak perlu bingung untuk mencari biaya lain-lain karena semuanya gratis,” jelas Imamatul.
 
Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa ini dapat diakases melalui www.aminef.or.id.

Kenali prodi dan universitas tujuan

Imamatul mengungkapkan alasan memilih mendaftar beasiswa Fulbright karena beasiswa ini menyedikan prodi dan universitas impian. Selain itu, prodi pilihannya sekarang adalah prodi yang cocok untuk dibicarakan dalam konteks Indonesia.
 
“Memilih prodi itu lama sekali prosesnya karena harus mempertimbangkan berbagai macam hal. Termasuk, apakah bisa bermanfaat untuk Indonesia jika ilmunya dibawa kembali ke Indonesia,” jelas Imamatul.

Bangun pengalaman

Immatul menuturkan pengalaman organisasi bisa menjadi modal agar pihak penyelenggara beasiswa tertarik dengan pendaftar.
 
"Personal experience saya, semasa kuliah saya aktif di berbagai organisasi yang relevan dengan prodi yang saya inginkan,” jelas Imamatul.
 
Imamatul menyebut faktor kelulusan utama sebagai penerima beasiswa Fulbright lantaran dia aktif di kegiatan pengabdian masyarakat. Dia juga terpilih menjadi mahasiswa berprestasi pada 2017.

TOEFL IBT, tes akademik, dan interview

Selain keaktifan di bidang non-akademik, keaktifan di dunia akademik juga harus dipersiapkan. Sebab, ada tes akademis dalam proses seleksi.
 
Immatul menyebut untuk TOEFL IBT juga harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Hal itu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
 
“Kalau interview sendiri sebenarnya lebih ke rajin-rajin nyari tutorial di internet aja. Karena interviewnya melibatkan dosen hingga direktur, sehingga perlu strategi menjawab yang diplomatis,” jelas Imamatul.

Pantang menyerah

Beasiswa Fulbright bukan beasiswa pertama yang dicoba Imamatul. Beasiswa ini merupakan percobaan kedelapan.
 
Imamatul berpesan kepada pejuang beasiswa agar tidak mudah menyerah memperjuangkan beasiswa. “Kita enggak tahu rezeki kita di mana. Kalau sekarang belum lolos coba lagi tahun depan. Kalau beasiswa yang pertama belum lolos, coba beasiswa lainnya,” kata Immatul.
 
Baca: Wajib Dicoba! Ini 4 Beasiswa Luar Negeri Bergengsi
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif