Sosialisasi penerapan Kurikulum Prototype 2022 di Sumatra Utara. Foto: Dok. Kemendikbudristek
Sosialisasi penerapan Kurikulum Prototype 2022 di Sumatra Utara. Foto: Dok. Kemendikbudristek

Sosialisasi Kurikulum Prototype 2022, Begini Respons Stakeholder Pendidikan di Sumut

Pendidikan pendidikan Kurikulum Pendidikan Kemendikbudristek Kurikulum Kurikulum Prototype 2022
Citra Larasati • 16 Januari 2022 19:44
Jakarta:  Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus melakukan sosialisasi terhadap penerapan kurikulum prototype 2022.  Sosialisasi kurikulum protorype 2022 ini juga membawa misi untuk mendapatkan umpan balik dari para pemangku kepentingan di seluruh daerah di Indonesia.
 
Opsi penggunaan Kurikulum Prototype 2022 yang berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi dasar terus meraih dukungan. Para pemangku kepentingan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyambut baik opsi penerapan Kurikulum Prototype 2022 yang akan diberikan Kemendikbudristek.
 
Kurikulum ini sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan akibat pandemi. Kurikulum Prototype 2022 diyakini mampu membantu sekolah mengatasi dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) akibat tidak optimalnya pembelajaran selama dua tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sofyan Tan menyambut baik adanya opsi Kurikulum Prototype 2022 yang dinilai dapat mengurangi beban siswa dan guru.  Karena materi yang disajikan lebih sederhana dan fleksibel.
 
Kurikulum ini menyasar pada materi esensial, sehingga guru punya cukup waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, seperti literasi dan numerasi.  Sofyan juga menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi untuk dapat bertahan di tengah perkembangan zaman.
 
Baca juga:  Materi Kesadaran Lingkungan Masuk dalam Kurikulum Prototype 2022
 
Termasuk salah satunya menyangkut opsi model kurikulum yang berlaku di Indonesia. Menurut dia, kebijakan kurikulum harus mampu membentuk talenta dan karakter anak secara keseluruhan (holistik). 
 
“Bukan menghapus (kurikulum sebelumnya) tapi ini lebih efisien. Inilah kebijakan umumnya. Saya menyetujui kurikulum ini untuk dilaksanakan di Indonesia,” jelasnya.
 
Guna mendukung implementasi Kurikulum Prototype 2022, Kepala LPMP Sumut, Afrizal mengimbau para pemangku kebijakan di wilayahnya untuk memahami kurikulum ini secara komprehensif. Dalam paparan ia menyampaikan beberapa tahapan implementasi Kurikulum Prototype 2022 berdasarkan kesiapan dan penetapan target oleh satuan pendidikan.
 
Tahap pertama adalah kompleksitas sederhana dengan mengikuti contoh yang telah disediakan/dilatihkan. Tahap kedua yakni kompleksitas dasar dengan melakukan modifikasi mengacu pada contoh yang disediakan/dilatihkan. 
 
Tahap ketiga adalah kompleksitas sedang dengan melakukan pengembangan sesuai konteks satuan pendidikan dengan pelibatan warga seolah dan masyarakat secara terbatas. Tahap keempat adalah kompleksitas tinggi yaitu melakukan pengembangan sesuai konteks satuan pendidikan dengan pelibatan warga sekolah secara luas.
 
“Semua fasilitas sudah disiapkan. Tidak mesti di satu sekolah semua kelas, namun kelas tertentu bisa dipilih sebagai sampel. Dinas Pendidikan Daerah harus pahami dulu, pelajari, lalu putuskan, dan siapkan,” ujar Afrizal. 
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Syaifuddin juga menyinggung pentingnya kompetensi teknis (hard skills) dan nonteknis (soft skills) untuk dikuasai peserta didik. Ia mengingatkan agar titik tumpu penyesuaian kurikulum tidak melupakan kedua kompetensi tersebut untuk berjalan seimbang.
 
Lebih dari itu, peserta didik juga harus memahami budaya dan lingkungannya agar saat terjun ke masyarakat dapat menghasilkan karya yang bermanfaat dalam membangun peradaban dan menjaga keberlangsungan hidup alam sekitar. 
 
Syaifuddin mengatakan, dukungannya untuk kurikulum yang menjadikan Indonesia lebih baik. Ia berharap penyesuaian kurikulum dapat memperkuat pembangunan iklim pendidikan ke arah yang lebih baik.
 
“Bukan hanya menamatkan siswa saja tapi juga mengantarkan mereka menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya,” pungkas dia. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif