Indonesia Bisa Terapkan Sistem Coding di Sekolah

Husen Miftahudin 28 Maret 2018 18:06 WIB
telekomunikasi
Indonesia Bisa Terapkan Sistem <i>Coding</i> di Sekolah
Ilustrasi jaringan teknologi, Medcom.id - M Rizal
Jakarta: Pengamat pendidikan dari Eduspec Indonesia Indra Charismiadji yakin Indonesia telah siap menerapkan sistem pembelajaran pemrograman atau coding. Indikatornya, 78 persen siswa SMA/sederajat siap mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2018.

"Sebetulnya enggak ada kesulitan (menerapkan sistem pembelajaran coding). Karena kalau kita bicara dari sarana dan prasarana yang sekarang itu ada 78 persen ikut UNBK, berarti dari sisi laboratorium komputer kita sudah siap," kata Indra dalam diskusi di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Maret 2018.


Selain infrastruktur, tenaga pengajar untuk mengajarkan program pembelajaran coding ke siswa pun dinilai sudah siap. "Tinggal pelaksanaannya. Kalau dari Kemendikbud-nya oke, bisa jalan," ungkap dia.

Meskipun demikian, akunya, kebijakan pendidikan perlu diambil secara hati-hati. Namun pembelajarancoding harus segera dimulai, paling tidak, diujicobakan di beberapa sekolah terlebih dahulu sebagai proyek percontohan.

"Tentunya nanti (penerapan pembelajaran coding) tidak akan sempurna, pasti ada perbaikan di sana-sini. Tapi paling enggak, belajar dulu. Kan kalau semua negara (maju) menjalankan ini tapi kitanya enggak, yang problem nantinya kita," jelas Indra.

Menurut Indra, penerapan sistem coding diyakini membantu sekolah untuk menumbuhkan kecakapan dan keterampilan abad 21 bagi anak didik. Apalagi, negara-negara maju di dunia telah menerapkan sistem pembelajaran coding untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Kita lihat di Amerika yang sudah secara nasional ini dijalankan. Di Tiongkok juga demikian, Finlandia, Australia, Uni Eropa, dan Singapura yang semua negara-negara maju melihat ini (pembelajaran coding) menjadi suatu hal yang sangat penting. Sedangkan kita masih belum sama sekali," tukasnya.



(RRN)