Acara Festival Edukasi Bank Indonesia di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.  Foto:  Medcom.id/Pythag Kurniati
Acara Festival Edukasi Bank Indonesia di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati

BI Akrabkan Milenial dengan Ekonomi Digital Lewat QRIS

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Pythag Kurniati • 09 Oktober 2019 19:56
Solo: Bank Indoensia melakukan sosialisasi penggunaan Quick Respon Indonesian Standar (QRIS) kepada kalangan milenial. Edukasi sistem pembayaran cepat tersebut dikemas dalam acara Festival Edukasi Bank Indonesia (FesKaBI) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di angka lima persen dalam lima tahun terakhir. Diharapkan, ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga delapan persen di tahun 2033.
 
"Maka caranya adalah dengan mencari sumber pertumbuhan baru, salah satunya dengan ekonomi digital," kata Sugeng, di Kampus UNS, Solo, Rabu, 9 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


QRIS menjadi langkah nyata dalam memajukan ekonomi digital. QRIS diharapkan mendorong efisiensi dalam aktivitas ekonomi, kemajuan UMKM hingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi.
 
"Sistem pembayaran itu semacam pelumas. Kalau pelumasnya bagus pertumbuhan ekonomi semakin lancar," jelas dia.
 
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama UNS, Sajidan mengatakan, mengenalkan QRIS pada kalangan mahasiswa dinilai tepat. Menurutnya, sebab sepertiga penduduk Indonesia terdiri dari kalangan milenial.
 
"QRIS dari BI merupakan implementasi visi sistem pembayaran di Indonesia. Di era revolusi industri 4.0 semua berjalan cepat," kata Sajidan.
 
Pemimpin Redaksi Metro TV, Don Bosco Salamun mengapresiasi langkah BI dalam mempromosikan ekonomi digital. Ekonomi digital harus segera disosialisasikan secepatnya di kalangan generasi muda.
 
"Ekonomi digital bukan sesuatu yang jauh. Ini adalah ekonomi baru. Orang bekerja lebih efisien, lebih cepat, lebih menguntungkan, intermediasi tidak akan ada dan semua akan murah, semuanya akan ada di smartphone," ujar dja.
 
Direktur Direktur Pemberitaan dan Penanggung Jawab Medcom.id, Abdul Kohar mengatakan kedekatan masyarakat dengan ekonomi dan dunia digital adalah sebuah keniscayaan. Ia berpendapat, edukasi sistem pembayaran cepat QRIS menjadi strategis, lantaran menyasar generasi milenial.
 
"Semua tidak bisa menghindari. Bahkan di China pembayaran sudah cashless. Di Indonesia belum terlalu terlambat dan ini adalah momentum yang pas," paparnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif