NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta
Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta

Seleksi Calon Mahasiswa S1 ke Timur Tengah Dibuka April

Pendidikan beasiswa beasiswa osc
Citra Larasati • 23 Januari 2020 13:40
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka seleksi calon mahasiswa S1 untuk kuliah di Timur Tengah. Ada tiga negara tujuan kuliah, yaitu Mesir, Sudan, dan Maroko.
 
Untuk seleksi calon mahasiswa S1 ke Timur Tengah ini, Kemenag membuka dua jalur, yakni program beasiswa dan nonbeasiswa.
 
Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim saat membuka Rapat Koordinasi Seleksi Calon Mahasiswa S1 Timur Tengah, di Jakarta. Turut hadir, perwakilan Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Organisasi International Alumni Al-Azhar (OIAA).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rakor digelar sebagai persiapan untuk memastikan bahwa proses seleksi baik tulis dan wawancara dapat dilaksanakan dengan baik,” jelas Arskal dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.
 
"Proses seleksi rencananya akan dilaksanakan pada April 2020," lanjutnya.
 
Menurut Arskal, ada 160 kuota beasiswa S1 Mesir yang terdistribusi dalam empat jalur, yaitu Kemenag (20 orang), Kedutaan Mesir (30), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (30), dan Pondok Pesantren Gontor (80). Sementara untuk kuota beasiswa dari Sudan dan Maroko, diperkirakan seperti tahun lalu, masing-masing disediakan untuk 20 orang.
 
Arskal meminta seleksi untuk tahun ini tetap berbasis komputer dengan lokal koneksi. Jadwal pelaksanaan seleksi tidak digelar serentak, tapi dengan waktu berbeda antarsatuan kerja penyelenggara.
 
Hal ini untuk memberikan kemudahan kepada peserta dalam memilih beberapa alternatif lokasi.
 
“Kita harus menggali seluruh potensi yang kita miliki untuk menghasilkan hasil seleksi yang berkualitas, yang akan membanggakan di masa yang akan datang,” terangnya.
 
Selain tes tulis berbasis komputer, dilakukan juga proses wawancara. Arskal berharap wawancara dapat menggali dan memastikan calon mahasiswa baru ke Timur Tengah ini terbebas dari ekstremisme yang menentang ideologi negara.
 
"Komitmen kebangsaan harus menjadi bagian terpenting dalam proses seleksi ini, sehingga para mahasiswa yang kembali ke Indonesia tetap menjadi penjaga ajaran Islam yang moderat," tuturnya.
 
Kasubdit Kelembagaan dan Kerja sama M. Adib Abdushomad menyampaikan, seleksi ini bertujuan untuk menyaring lulusan Madrasah Aliyah/Pondok Pesantren atau sekolah potensial untuk mengikuti studi ke negara Timur Tengah. Tujuan lainnya, mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu keislaman dan Bahasa Arab dalam rangka melahirkan calon ilmuwan yang mumpuni dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.
 
“Untuk model seleksi tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara bersamaan namun akan dilakukan dengan waktu dan soal yang berbeda di masing-masing lokasi. Untuk detail jadwal akan kita umumkan pascadisepakati bersama-sama,” jelas Adib.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif