Seminar tentang peluang beasiswa dan kesempatan kerja di Korea Selatan, di Kampus ITB, Bandung.  ITB/Humas.
Seminar tentang peluang beasiswa dan kesempatan kerja di Korea Selatan, di Kampus ITB, Bandung. ITB/Humas.

Korsel Buka Beasiswa S2 dan S3 untuk Mahasiswa Indonesia

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 02 Juli 2019 20:54

Jakarta: Pemerintah Korea Selatan memuji perilaku mahasiswa asal Indonesia saat menempuh kuliah di negara tersebut. Mahasiswa yang dinilai baik dan taat hukum tersebut, membuat Korsel berniat memberi lebih banyak kesempatan beasiswa untuk mahasiswa asal Indonesia.
 
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Korea Productivity Center (KPC) menggelar seminar tentang peluang beasiswa dan kesempatan kerja di Korea Selatan. KPC merupakan perusahaan global consulting center yang dibawahi langsung oleh pemerintah Korea Selatan (Korsel).

Presiden KPC, Noh Kyo Sung mengatakan selain bertugas untuk menghubungkan antara calon mahasiswa dengan universitas, KPC juga memiliki tugas untuk meningkatkan pendidikan di Korsel. Serta membuat kebijakan program untuk universitas di Korsel, agar sesuai dengan kebutuhan.

“KPC melakukan survei mengenai perilaku mahasiswa asing dan menemukan fakta bahwa mahasiswa dari Indonesia tidak pernah mendapatkan masalah hukum selama di Korsel dan anak-anak Indonesia adalah anak yang baik,” ujar Noh Kyo Sung, Selasa, 2 Juli 2019.

Ia pun menyatakan, mahasiswa dari Indonesia merupakan ke empat terbanyak sebagai mahasiswa asing di Korsel. Hal inilah yang membuat KPC berniat menjaring lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan beasiswa magister ataupun doktoral serta asisten profesor.

Sementara itu, Manager KPC, Choi Chang Yoon memaparkan secara lengkap mengenai proses untuk mendapatkan beasiswa dan lowongan pekerjaan di Korsel. Dengan program KPC Global Talent Support, KPC mempersilakan mahasiswa Indonesia untuk mengajukan diri untuk mendapatkan beasiswa magister atau doktoral, lowongan pekerjaan menjadi asisten profesor, asuransi kesehatan, dan free dormitory.

Mahasiswa Indonesia dapat memilih salah satu universitas yang bekerja sama dengan KPC, yaitu Seoul National University of Science and Technology sebagai universitas negeri atau Gimcheon University sebagai universitas swasta, kemudian memilih departemen yang sesuai dengan jurusan ketika bachelor.

Persyaratan utamanya, mahasiswa yang telah lulus sarjana harus memiliki skor TOEFL minimal 5 dan TOPIK minimal level 3. Serta adanya deposit di rekening bank minimal USD20.000.

Selain itu menyiapkan beberapa berkas seperti pengajuan beasiswa pada umumnya.“Setelah semua syarat terpenuhi dan berkas lengkap, kirimkan berkas ke kantor kami yang ada di Korea Selatan. Setelahnya tunggu informasi lanjutan dari pihak kami. Untuk saat ini program dibuka untuk perkuliahan tahun 2020, jadi segera kirim berkas sebelum tanggal 25 September 2019,” ungkap Choi Chang Yoon.

Haryo P Winoto,Alumni ITB yang telah lulus magister dan doktoral sembari menjadi asisten profesor di Korea Selatan selamasetahun ini telah kembali ke Indonesia menjadi dosen kimia di ITB. Haryo menepis kerisauan mahasiswa mengenai biaya hidup di Korea yang tinggi.

“Kalau ingin uang lebih, publikasikanlah jurnal, maka taraf hidup kalian akan meningkat dan memiliki tabungan untuk dibawa ke Indonesia. Karena Korea lebih mengutamakan produktivitas peneliti dan profesionalitas,” tutupnya.


 

(CEU, WHS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif