Peserta Tuning Asia Southeast (TA-SE) Project. Foto:  ITS/Humas
Peserta Tuning Asia Southeast (TA-SE) Project. Foto: ITS/Humas

ITS Rumuskan Kurikulum Bersama Erasmus dan AUN

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kurikulum Pendidikan
Intan Yunelia • 21 November 2019 19:47
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dilibatkan dalam Tuning Asia Southeast (TA-SE) Project. Bersama dengan Erasmus dan Asia University Network (AUN), ITS ikut merumuskan kurikulum teknik sipil bersama universitas Uni Eropa dan Asia Tenggara.
 
Kepala Departemen Teknik Sipil ITS, Tri Joko Wahyu Adi mengatakan, pada dasarnya setiap negara memiliki kebijakan tersendiri terkait kurikulum yang diterapkan di negaranya. Ada beberapa poin kompetensi yang diangkat bersama.
 
Dalam pembahasan kurikulum tersebut, ITS menjadi satu-satunya perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia. “Dalam hal teknik sipil misalnya ada generic skill (kemampuan umum) di mana setiap insinyur teknik sipil wajib memiliki kompetensi dasar tersebut,” kata Tri Joko dalam siaran pers, Kamis 21 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain kemampuan umum tersebut, ia menyebutkan adanya kompetensi khusus yang berbeda di kurikulum setiap negara. Kemampuan khusus ini dirumuskan oleh universitas dan negaranya sesuai dengan kebutuhan iklim industri.
 
Untuk tahap pertama, pertukaran pelajar dan joint degree banyak diusulkan sebagai bagian dari implementasi. Selain itu, perlu dikembangkan lebih lanjut terkait asesmen metode untuk mengetahui keberhasilan proyek yang dilakukan.
 
Proyek ini menurutnya akan memperbesar kesempatan mahasiswa Departemen Teknik Sipil ITS untuk mendapatkan pengalaman internasional. Menurutnya, kesamaan kurikulum dengan universitas-universitas di Asia Tenggara maupun Uni Eropa membuat proses pertukaran pelajar maupun joint degree lebih mudah.
 
“Bukan hanya bagi mahasiswa ITS yang ingin ke luar, namun juga bagi mahasiswa asing yang ingin belajar di ITS,” ujar Tri.
 
Ia berharap, mahasiswa ITS mampu mengimplementasikan proyek ini dengan sebaik-baiknya. Tri juga memotivasi mahasiswa ITS agar tidak berdiam diri belajar di kampus dan negeri sendiri.
 
Selain tu, ia juga menekankan agar mahasiswa ITS dapat menjalin koneksi dengan masyarakat global. “Sekarang ke luar negeri itu mudah, apalagi kurikulum kita sudah cocok dengan mereka,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif