Mulai Tahun Ajaran 2018, Siswa di Bekasi Dapat Materi Lingkungan Hidup

Antara 05 Januari 2018 18:38 WIB
pendidikan
Mulai Tahun Ajaran 2018, Siswa di Bekasi Dapat Materi Lingkungan Hidup
Seorang tentara mengajarkan siswa TK di Temanggung, Jawa Tengah, untuk menanam pohon, Selasa 8 Desember 2015, Ant - Anis Efizudin
Bekasi:Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bakal menyisipkan materi tentang lingkungan hidup dalam kurikulum sekolah tingkat Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Materi itu mulai berlaku pada tahun ajaran 2018.

"Ini merupakan langkah dini mencegah kerusakan alam. Pasalnya Kabupaten Bekasi merupakan daerah kawasan industri dan rentan terhadap masalah lingkungan," kata Kepala Disdik Kabupaten Bekasi MA Supratman seperti dilansir dari Antara, Jumat, 5 Januari 2018.


Supratman beralasan masyarakat Bekasi hidup di antara ribuan pabrik. Kondisi tersebut dapat berakibat fatal karena pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup akan terkikis.

Berdasarkan tinjauan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, seluruh sungai yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi kini telah tercemar dengan berbagai tingkatan. Kondisi serupa juga terjadi pada udara di daerah setempat. 

Pemahaman tentang lingkungan hidup harus mulai ditanamkan sejak dini untuk mencegah adanya kerusakan lingkungan. Sebab lingkungan hidup merupakan peran penting bagi seluruh aspek kehidupan manusia.

"Ini bisa terlihat dari tanah, air, dan mineral-mineral yang terkandung guna kepentingan manusia pada umumnya. Dengan adanya kurikulum tersebut tentunya berharap kepada anak didik agar dapat berguna di masa depan," sambung dia.

Supratman menambahkan pendidikan lingkungan hidup merupakan bagian dari realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Bekasi 2018-2022 dengan tajuk Bekasi Bersinar atau Berdaya saing, Sejahtera, Indah, dan Ramah Lingkungan.

Penerapan pendidikan lingkungan hidup untuk sekolah tingkat TK-SMA sendiri sudah disetujui melalui putusan Bupati Bekasi. Materi itu akan masuk dalam mata pelajaran muatan lokal yang berbasis lingkungan hidup.

Namun demikian Supratman menjelaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup tidak berdiri sendiri seperti muatan lokal bahasa daerah. Pendidikan lingkungan hidup akan disisipi pada setiap mata pelajaran, tidak hanya pelajaran yang berkaitan dengan alam seperti halnya Biologi yang lebih terikat tentang bagaimana pelestarian lingkungan serta penerapannya sesuai dengan kondisi daerah saat ini.

Tidak hanya itu, pendidikan lingkungan hidup juga diterapkan pada mata pelajaran lain semisal Pendidikan Kewarganeraan (PKn). Dengan adanya kurikulum tersebut, Supratman berharap anak didik menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan.‎



(HUS)