Master class koreografi tari kontemporer, Eko Supriyanto.
Master class koreografi tari kontemporer, Eko Supriyanto.

Peran Seni Penting dalam Penanganan Wabah Covid-19

Pendidikan kebudayaan Virus Korona
Antara • 06 April 2020 19:42
Jakarta: Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid mengatakan, peran sektor seni sangat terasa pentingnya di saat wabah covid-19. Banyak peran sektor seni yang mampu memaksa orang untuk berdiam di rumah dalam waktu yang lama.
 
"Kita lihat betul dalam situasi krisis ini peran seni sangat sentral, tidak ada yang membayangkan tinggal di rumah selama tiga pekan tanpa sesuatu yang terkait desain, olah suara, visual dan seterusnya," tegas Hilmar dalam diskusi daring yang diselenggarakan Koalisi Seni di Jakarta pada Senin, 6 April 2020.
 
Karena itu, pemerintah mengembangkan skema perlindungan terhadap pekerja sektor seni yang ekonominya terdampak wabah covid-19. Terutama di level akar rumput yang menjadikan seni sebagai satu-satunya mata pencaharian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berkoordinasi dengan kementerian lain dan pemerintah daerah, dirancang skema untuk membantu pekerja seni dan budaya yang terdampak dengan Program Keluarga Harapan.
 
Baca juga:Kemendikbud: Pekerja Seni Terdampak Covid-19 Dibantu PKH
 
Selain itu, mendata orang-orang yang terdampak dan saat ini masih dikumpulkan sudah ada 37.307 orang yang menjadi responden survei yang dilakukan Ditjenbud. Tidak hanya itu Kemendikbud sudah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk memastikan tetap ada karya selama masa krisis.
 
Beberapa pertunjukan seni diadakan secara daring untuk memastikan seniman dan teknis pendukung agar tetap bisa bekerja. Selain itu, menurut Hilmar, pemerintah juga tetap menjalankan program-program yang sudah disusun sebelum imbauan kerja dari rumah berlangsung.
 
Program yang direncanakan dalam beberapa bulan ke depan itu masih dijalankan persiapannya, tegas Hilmar. Program seperti Indonesia dan Pekan Kebudayaan Nasional masih dilangsungkan persiapannya.
 
"Untuk produksinya sebagian besar masih berjalan. Walaupun, sekarang kita optimis mudah-mudahan Agustus mulai mereda. Masuk Oktober kita bisa mulai berkegiatan lagi," kata Hilmar.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif