Kampus UGM, UGM/Humas.
Kampus UGM, UGM/Humas.

UGM Terapkan Penggunaan Tanda Tangan Elektronik

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 14 Agustus 2020 08:08
Jakarta: Universitas Gadjah Mada mulai menerapkan penggunaan tanda tangan elektronik (TTE). Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proses bisnis.
 
“Dengan tanda tangan elektronik, pemalsuan, dan perubahan dokumen dapat dicegah, jadi jauh lebih aman. Mungkin hanya perlu sedikit adaptasi di awal dalam penggunaannya,” tutur Sekretaris Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM, Triyogatama Wahyu Widodo, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Tanda tangan elektronik, terangnya, memiliki keunggulan dalam aspek keamanan karena menggunakan kriptografi asimetris, yaitu teknik enkripsi yang menggunakan sepasang kunci yang berbeda atau asimetris untuk mengenkripsi dan mendekripsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penerapan tanda tangan elektronik di UGM dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSrE BSSN) yang dilakukan pada 2 Juni 2020. Selain UGM, tanda tangan elektronik juga telah banyak digunakan oleh sejumlah instansi lainnya.
 
“Saat ini sudah banyak yang menggunakan TTE, terutama instansi pemerintahan dan institusi pendidikan,” kata Yoga.
 
Ia menambahkan, UGM sendiri telah memiliki sistem informasi terintegrasi SIMASTER yang digunakan dalam berbagai aspek, antara lain keuangan, akademik, kepegawaian, persuratan, dan lainnya. Penerapan tanda tangan elektronik di UGM pun akan dilakukan secara bertahap pada SIMASTER.
 
Baca juga:Antisipasi Kepadatan, Ini 12 Link Mirror Pengumuman SBMPTN 2020
 
Untuk tahap pertama, tanda tangan elektronik diterapkan pada dokumen Kenaikan Gaji Berkala (KGB), dokumen Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dokumen Transkrip Nilai, dan dokumen pertanggungjawaban pada proses Pengadaan Barang/Jasa (PBJ).
 
Sementara itu, penerapan tanda tangan elektronik tahap selanjutnya akan diterapkan pada dokumen-dokumen resmi yang diterbitkan UGM, seperti dokumen ijazah, dokumen persuratan, dokumen pertanggungjawaban keuangan, dokumen Letter of Acceptance (LoA), dokumen sertifikat/penghargaan kegiatan, dan lain sebagainya.
 
“Penggunanya untuk tahap awal adalah pejabat-pejabat di kantor pusat dan fakultas-fakultas, sesuai dengan kewenangannya dalam menandatangani dokumen resmi. Selanjutnya bisa dikembangkan untuk tenaga pendidik atau dosen,” papar Yoga.
 
Kepala Subdirektorat Sistem Informasi dan Analisis Data, Hendranti Wisnu Saputro menambahkan, untuk dapat menggunakan tanda tangan elektronik ini, akun harus terdaftarkan terlebih dahulu pada basis data BSrE dan telah membuat passphrase atau password.
 
Passphrase selanjutnya digunakan setiap menandatangi dokumen,” terangnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif