NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto Bronto
Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto Bronto

83% Orang Tua Khawatir Anaknya Terpapar Konten Negatif

Pendidikan Metode Pembelajaran
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Februari 2020 15:57
Jakarta: Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, Google Indonesia, Putri Alam menyebutkan, tingkat kekhawatiran orang tua terhadap remaja terpapar konten yang tidak layak atau negatif cukup tinggi. Berdasarkan riset Google bersama dengan lembaga riset Fluent akan ‘Digital Wellbeing’ sebanyak 83 persen orang tua merasakan kekhawatiran tersebut.
 
"83 persen orang tua di Indonesia khawatir anak mereka terpapar konten yang tidak pantas atau berbahaya saat menggunakan teknologi digital," terang Putri di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.
 
Selain itu, dalam riset yang sama juga terungkap, bahwa satu dari tiga pengguna internet adalah anak-anak. Sehingga anak juga berpeluang terpapar konten yang kurang layak, seperti kekerasan hingga pornografi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, kata Putri, diperlukan sebuah gerakan untuk mengurangi risiko tersebut sekaligus menurunkan tingkat kekhawatiran orang tua. Google pun meluncurkan program Tangkas Berinternet.
 
Program tersebut tidak hanya menyasar anak, tapi juga orang tua, plus guru di sekolah. "Bersama untuk membantu memaksimalkan yang terbaik dari teknologi untuk anak-anak dan keluarga, sekaligus meminimalisir risikonya," terang Putri.
 
Ada lima topik yang diusung dalam program yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Siberkreasi ini. Antara lain Cerdas, Cermat, Tangguh, Bijak dan Berani Berinternet.
 
"Selain lima topik tersebut, Tangkas Berinternet juga menyediakan permainan berbasis web yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital dan keamanan online kepada anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua," terangnya.
 
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) persentase penduduk usia lima tahun ke atas yang mengakses internet dalam tiga bulan terakhir mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu meningkat 22,76 persen dari tahun 2014 ke 2018.
 
Ia menambahkan, peningkatan akses internet berdasarkan data BPS 2018 ini tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga perdesaan. "Selain itu, data yang sama menggambarkan bahwa akses internet tidak hanya dinikmati oleh orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Dilihat dari kelompok usia, sebanyak 25,62% penduduk yang mengakses internet adalah anak usia 5-18 tahun," terangnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif