NEWSTICKER
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko.  Foto:  Dok. pribadi
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko. Foto: Dok. pribadi

Perusahaan Tampung Mahasiswa Magang Butuh Instruksi Jokowi

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Ilham Pratama Putra • 07 Februari 2020 17:25
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak bisa bergerak sendiri untuk mengarahkan perusahaan agar bersedia menerima mahasiswa magang. Presiden Joko Widodo dinilai harus ikut turun tangan.
 
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko mengatakan, perusahaan tidak mungkin serta merta terbuka dalam menampung mahasiswa untuk magang. Presiden harus memberi instruksi khusus kepada dunia usaha agar membuka diri kepada mahasiswa magang tersebut.
 
"Ini Nadiem (Mendikbud) tidak bisa sendiri, Kemendikbud tidak bisa. Perusahaan bakal bilang, ngapain kamu nyuruh kami, enggak ada urusannya," kata Budi kepada Medcom.id, Jumat 7 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harapannya, dengan intruksi presiden akan ada arahan kepada Kementerian Perindustrian hingga keuangan. Misalnya, jika mau menampung mahasiswa akan diberikan kelonggaran terhadap pajak perusahaan dan sebagainya.
 
"Yang seperti itu harus lewat presiden. Misal tak hanya ditekankan pada perusahaan besar saja. Tapi seluruh perusahaan sampai yang terendah UKM. Ke perusahaan bisa disampaikan, ketika ada anak magang, akan kami kurangi pajaknya, dan pasti mau," jelas dia.
 
Hal itu dirasa perlu, karena jumlah mahasiswa magang pada periode Kampus Merdeka akan melonjak drastis. Karena dalam catatan Aptisi, bakal ada dua juta mahasiswa yang akan magang per satu semester di seluruh Indonesia.
 
Kebijakan magang ini tergabung dalam program Kampus Merdeka. Dalam delapan semester masa perkuliahan, mahasiswa berhak mendapat tiga semester untuk kegiatan di luar program studi dan luar kampus.
 
"Contoh magang, mengajar, penelitian, proyek desa, pertukaran pelajar, wirausaha, studi atau proyek indpenden," jelas Nadiem.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif