Ilustrasi. Foto: Antara/Irwansyah Putra
Ilustrasi. Foto: Antara/Irwansyah Putra

Kemendikbud Segera Terbitkan Aturan Berkesenian di Masa Kenormalan Baru

Pendidikan kebudayaan Kenormalan Baru
Antara • 25 Juni 2020 21:33
Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan aturan untuk kegiatan kebudayaan pada era normal baru. Regulasi akan mengatur apa-apa saja yang boleh dilakukan seniman di masa normal baru.
 
"Termasuk kegiatan syuting dan sebagainya. Mudah-mudahan minggu depan sudah keluar aturannya," ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020.
 
Dia menambahkan adanya aturan kegiatan berkesenian tersebut dalam rangka pemulihan ekonomi akibat pandemi virus korona (covid-19). Pada Oktober mendatang, Kemendikbud juga akan menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi tetap kita menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan," jelas dia.
 
Baca: Kemendikbud: Adopsi Teknologi Pembelajaran Perlu Dipercepat
 
Data yang dihimpun dari Kemendikbud dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), terdapat 226.586 seniman dan pekerja kreatif yang terdampak pandemi di Tanah Air.
 
Kemudian, data Koalisi Seni Indonesia mengungkapkan terdapat 204 acara seni yang ditunda atau dibatalkan selama pandemi. Data itu mencakup proses produksi, rilis, dan festival film (24 acara); konser, tur, dan festival musik (107 acara). Kemudian, kegiatan pameran dan museum seni rupa (20 acara), pertunjukan tari (9 acara), acara sastra (2 acara), serta pentas teater, pantomim, wayang, boneka, dan dongeng (42 acara).
 
Beberapa rekomendasi bantuan yang disampaikan Koalisi Seni di antaranya adalah membuat program dana bantuan pengganti pekerjaan seni yang hilang, dan penyaluran bantuan yang cepat dan tidak berbelit-belit. Selain itu, memudahkan akses seniman berkarya, dan memudahkan akses masyarakat menikmati karya seniman selama dampak pandemi dirasakan.
 
Hilmar menambahkan pihaknya berupaya menggandeng seniman dengan menyelenggarakan sejumlah kegiatan secara daring. Kemendikbud juga menggandeng Asosiasi Dokumentaris Nusantara (ADN) untuk mendokumentasikan perubahan signifikan sosial dan budaya masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi global terbesar dalam kurun waktu hampir satu abad terakhir. 
 
"Hal itu juga merupakan bagian dari jaring pengaman sosial untuk pekerja seni," tambahnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif