Kampus UNJ. Foto: UNJ/Humas
Kampus UNJ. Foto: UNJ/Humas

UNJ Panggil Oknum Dosen DA Soal Dugaan Pelecehan Seksual

Pendidikan pelecehan seksual kekerasan seksual UNJ Mahasiswa Pelecehan Seksual di Kampus Pelecehan Seksual UNJ Sexting Mahasiswa UNJ
Ilham Pratama Putra • 08 Desember 2021 15:46
Jakarta: Salah satu oknum dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berinisial DA diduga melakukan pelecehan seksual ke sejumlah mahasiswinya. Atas dugaan itu, DA bakal dipanggil untuk dimintai keterangan oleh pihak kampus.
 
"Pihak UNJ sendiri mendalami dulu kasusnya dengan memanggil Dekan, Ketua Program Studi yang bersangkutan dan oknum dosen untuk dimintai keterangan terkait kasus yang terjadi," kata Kepala Humas UNJ Syaifudin kepada Medcom.id, Rabu, 8 Desember 2021.
 
Dia menjelaskan, kasus ini muncul atas laporan aduan yang diakomodasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ. Dari laporan itu, diketahui pula jika pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen DA terjadi beberapa tahun lalu.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kasus ini sudah terjadi beberapa tahun lalu dan baru terungkap saat ini oleh para korban," terang dia.
 
Pelecehan seksual yang melibatkan oknum dosen DA ini pun ternyata telah memakan banyak korban. Korban yang membuat aduan datang dari alumni hingga beberapa mahasiswi yang masih aktif.
 
Baca juga:  Sexting Oknum Dosen UNJ kepada Mahasiswi Disebut Kasus Lama
 
Adapun jenis pelecehan seksual yang dilakukan yaitu perilaku menggoda dalam pesan teks atau sexting. Dia menjelaskan prinsip asas praduga tak bersalah dijalankan dalam menangani kasus tersebut agar pengentasan kasus dilakukan dengan cara yang sangat berhati-hati.
 
Pihaknya pun akan memanggil berbagai pihak untuk dimintai keterangan. Jika memang terbukti bersalah, maka oknum dosen akan diberikan sanksi oleh UNJ sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021 Tentang Disiplin PNS.
 
"Jika memang ada pihak yang dirugikan serta melanggar hukum pidana, maka kasus ini akan diserahkan ke pihak kepolisian sebagai lembaga yang berwenang," tutupnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif