Peluncuran Atmacultura Exhibition. Foto: Unika Atma Jaya
Peluncuran Atmacultura Exhibition. Foto: Unika Atma Jaya

Unika Atma Jaya Bikin Ruang Pameran 'ATMACultura' Buat Mahasiswa dan Umum

Citra Larasati • 27 Januari 2026 18:55
Ringkasnya gini..
  • Unika Atma Jaya resmikan ATMACultura Exhibition Hall sebagai ruang budaya terbuka untuk mahasiswa & umum
  • Diperkuat patung 'Parere', ruang eksibisi ini jadi simbol nilai kemanusiaan dan tanggung jawab generasi muda.
  • Fasilitas baru ini mendukung pembelajaran non-akademik di Unika Atma Jaya.
Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menegaskan peran kampus sebagai ruang kebudayaan dan pembentukan karakter bangsa melalui peresmian ATMACultura Exhibition Hall dan patung Parare di Kampus Semanggi. Peresmian ini dipimpin oleh Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya.
 
“Dengan membatinkan warisan para pendiri lembaga ini dalam semangat kerja sama dan saling mendukung, peresmian ini menjadi peneguhan semangat, bukan sekadar pembaruan, melainkan tekad bersama untuk memperkokoh Atma Jaya agar tetap jaya” jelas Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya. dalam siaran persnya, dikutip Selasa, 27 Januari 2026.
 
ATMACultura Exhibition Hall dihadirkan sebagai ruang apresiasi, dialog, dan refleksi budaya yang terbuka bagi civitas akademika dan masyarakat umum. Fasilitas ini menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan holistik yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan kebudayaan, seni, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai wujud komitmen Unika Atma Jaya.

Peresmian ini turut dilengkapi dengan kehadiran patung Parere karya seniman Hedi Hariyanto, yang menjadi simbol nilai kemanusiaan dan tanggung jawab generasi muda sebagai penerus masa depan bangsa. Karya ini merepresentasikan visi Unika Atma Jaya dalam menyiapkan lulusan yang unggul secara intelektual, memiliki kepedulian sosial, serta cinta Tanah Air.
 
Pengembangan ATMACultura Exhibition Hall menjadi salah satu upaya universitas dalam meningkatkan kualitas sarana penunjang pembelajaran mahasiswa di luar kelas. Melalui fasilitas ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas, kepekaan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai aktivitas kebudayaan serta dialog lintas disiplin.
 
“Rangkaian proses pembaruan di lingkungan kampus dilaksanakan secara terintegrasi dengan tujuan untuk mendukung proses belajar mengajar mahasiswa melalui kehadiran kampus yang humanis dan berkelanjutan,” jelas Ketua Yayasan Atma Jaya, Linus M. Setiadi.
 
Sejalan dengan penguatan pembelajaran non-akademik, Unika Atma Jaya terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran alternatif yang mendukung proses pengembangan diri mahasiswa secara holistik.
 
“Ruang pameran ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa dalam proses pengembangan diri sebagai manusia yang utuh dan dewasa. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk mengadakan pameran hasil karya, mulai dari poster ilmiah, materi edukasi masyarakat, hingga karya seni yang mencerminkan keberpihakan pada manusia dan alam,” jelas Laurensia Harini Tunjungsari, M.Psi., Psikolog, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Karier.
 
Peresmian ATMACultura Exhibition Hall dan patung Parare diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Unika Atma Jaya sebagai universitas yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan apresiasi seni, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan, serta membuka ruang dialog yang inklusif bagi masyarakat luas.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan