Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Intan Yunelia.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Intan Yunelia.

Usulan Komite Vokasi Diajukan ke Menteri Perindustrian

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 11 Mei 2019 07:07
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, rumusan pembentukan Komite Vokasi hampir rampung. Usulan ini sedang diajukan ke Menteri Perindustrian.
 
“Komite Vokasi lagi mau dibentuk, saya sudah usulkan itu kalau komite vokasi jalan, dan saya sudah mengusulkan ke menteri perindustrian,” kata Nasir kepada Medcom.id di Jakarta, Sabtu, 10 Mei 2019.
 
Komite ini nantinya bertugas sebagai lembaga pengawas pendidikan vokasi. Setiap korporasi, ke depannya diwajibkan memiliki lembaga pendidikan vokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korporasi yang menerapkan ini direkomendasikan mendapat pengurangan pajak. “Itu diawasi oleh komite. Nanti industri supaya melakukan hal itu harus mendapatkan protection tax reduction,” ujar Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.
 
Komite Vokasi ini nantinya akan melibatkan lintas kementerian. Mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kemenristekdikti.
 
Baca:Pemerintah Wacanakan Pembentukan Komite Pendidikan Vokasi
 
“Yang terlibat nanti menteri perindustrian sebagai user. Menteri PU dan ESDM sebagai user dan nanti akan kita libatkan semua. Tenaga kerja yang membantu itu terkait dengan pendidikan dan kebudayaaan dan ristekdikti adalah sebagai supplier-nya,” tutur Nasir.
 
Sebelumnya, pemerintah tengah membahas rencana pembentukan komite pendidikan vokasi. Komite ini akan mengelola segala hal terkait pendidikan kejuruan.
 
"Nanti ke depannya akan ada satu badan yang sedang kita kaji, dan sudah dirapatkan. Sudah didiskusikan bahwa akan ada satu komite yang nantinya menangani semua hal terkait dengan vokasi," kata Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
 
Menko menjelaskan, tujuan besar pengembangan pendidikan kejuruan yakni untuk meningkatkan kapabilitas SDM Indonesia dan memberi percepatan terhadap pembangunan SDM.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif