Suasana PPDB di salah satu sekolah, Medcom.id/Farhan Dwitama.
Suasana PPDB di salah satu sekolah, Medcom.id/Farhan Dwitama.

Gubernur Banten: Penundaan Pengumuman PPDB Keputusan Fatal

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Sumantri, Hendrik Simorangkir • 01 Juli 2019 13:08
?Tangerang:Gubernur Banten, Wahidin Halim mengungkapkan kekesalannya karena sempat dilakukan penundaan pengumuman hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMA saat apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Menurutnya, langkah tersebut sangat fatal dan menyulitkan masyarakat bahkan berpotensi menimbulkan kecurigaan publik.
 
"Pengumuman jangan ditunda. Itu kebijakan yang salah dan keputusan fatal. Umumkan saja dulu, kalau ada koreksi nanti bisa diatur kemudian. Kalau tidak, akan menimbulkan kecurigaan. Laporkan masalahnya ke gubernur dan wagub. Kalau mau ambil keputusan yang pelik, laporkan ke kami biar bisa dikasih saran," kata Wahidin, Senin, 1 Juli 2019.
 
Wahidin menambahkan, dirinya juga mengaku resah atas Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) yang mengatur pelaksanaan PPDB 2019. Menurutnya, hal tersebut tidak cocok untuk diterapkan di Banten.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lanjutnya, sistem zonasi yang diterapkan tidak mampu menciptakaan keadilan bagi masyarakat Banten. Siswa yang miskin namun cerdas sulit menjangkau sekolah berkualitas lantaran faktor jarak sementara di lapangan masih ditemukan siswa dengan jarak dekat tidak terakomodir karena ketidakjelasan standar minimal yang ditetapkan.
 
Baca:Ridwan Kamil: Pelanggar PPDB akan DIdiskualifikasi
 
"Kita yang tahu persis persoalan di daerah kita.Marketkita ini masyarakat, pelayanan kita diperuntukkan untuk publik. Jangan jadikan pendidikan alat kepentingan, Pangkas persoalan-persoalan yang menghambat. Jangan bikin putus asa orang yang punya nilai bagus, orang miskin yang mengejar prestasi itu harus kita akomodir," jelasnya.
 
Wahidin meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten Al Muktabar dan para ahli pendidikan untuk merumuskan kembali hal-hal yang perlu dilakukan. Agar anak-anak yang tidak masuk dari hasil PPDB dapat terakomodir ke sekolah-sekolah yang layak.
 
Wahidin mengaku akan keras pada persoalan pendidikan, karena menjadi salah satu pondasi pembangunan berkualitas. Untuk itu, ia juga menyatakan akan membangun sebanyak mungkin sekolah di tiap kecamatan agar seluruh masyarakat Banten dapat terlayani pendidikannya.
 
Baca:Gubernur Banten Menilai PPDB Sistem Zonasi Belum Efektif
 
"Kalau perlu bikin sekolah nanti kepala sekolahnya, gubernur dan wakil gubernur, kalian semua yang bisangajarjadi sukarelawan mauenggak? Karena banyak orang pintar dari Banten sekolah di luar, lantaran kurangnya fasilitas pendidikan di kita. Saya tidak mau lagi seperti itu. Bila perlu kita jemput mereka untuk sekolah. Kita harus maju, jangan kalah dengan negara lain," paparnya.
 
Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tingkat SMA di Tangerang, Provinsi Banten yang semestinya pada Sabtu, 29 Juni lalu, ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Hal ini membuat sejumlah orangtua murid resah.
 
"Kalau melihat pengumuman sementara beberapa waktu lalu, posisi anak saya ada di nomor urut 205, masuk dalam kotak hijau tua yang kemungkinan besar di terima di SMAN 8 Tangerang," kata Mustafa, salah satu orangtua siswa yang anaknya mendaftar di sekolah tersebut.
 
Namun demikian, Mustafa dan para orang tua siswa lainnya merasa resah lantaran pengumuman PPDB diundur dalam waktu yang tidak ditentukan. "Kami kuatir ada perubahan, tiba-tiba anak saya tidak diterima, lalu mau sekolah di mana," kata Mustafa yang diamini sejumlah orang tua lainnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif