Menristekdikti, Mohamad Nasir, Foto:  Medcom.id/Citra Larasati
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Menristekdikti: Habibie Maha Guru dan 'Bapaknya' Engineer Indonesia

Pendidikan bj habibie
Intan Yunelia • 11 September 2019 19:38
Jakarta:Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan rasa bela sungkawa dan turut berduka cita atas wafatnya Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie. Bangsa Indonesia kehilangan sosok ilmuwan sekaligus "Bapaknya para insinyur" yang sangat demokratis.
 
"Saya mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi roji'un telah meninggal dunia tokoh nasional kita, (mantan) presiden kita, malam ini. Semoga amal baiknya diterima oleh Allah SWT," kata Nasir di Jakarta, Rabu, 11 September 2019.
 
Nasir menilai sosok Habibie sebagai seorang ilmuwan yang demokratis, insinyur yang mampu melakukan perubahan di Indonesia. Melalui pandangan-pandangannya mampu mentransformasi peradaban, bahwa teknologi tidak saja identik dengan dunia akademik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pandangan beliau sangat demokrat. Teknologi dan riset selalu beliau dorong," ujar Nasir.
 
Nasir melihat Habibie sebagai peletak dasar-dasar berdirinya Kemenristekdikti. Sosok guru bangsa yang prestasinya diapresiasi dunia. "Saya pribadi banyak belajar kepada beliau dan saya berguru pada beliau. Maha guru dan bapaknya engineer. beliau adalah panutan, seorang ilmuwan dan demorat sukses di negeri ini," tutupnya.
 
Presiden ke-3 B.J Habibie wafat di usia 83 tahun. "Ayah saya B.J Habibie telah meninggal dunia pukul 18.05, Rabu, 11 September 2019," kata putra Habibie, Thareq Kemal Habibie di RSPAD Gatoto Soebroto, Rabu, 11 September 2019.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif