ilustrasi buku cetak.  Ilustrasi:  Medcom.id/M.Rizal.
ilustrasi buku cetak. Ilustrasi: Medcom.id/M.Rizal.

Buku Cetak Masih Primadona Masyarakat Indonesia

Pendidikan Literasi
Kautsar Widya Prabowo • 11 September 2019 20:46
Jakarta:Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina mengatakan minat baca masyarakat Indonesia pada buku cetak masih lebih besar, ketimbang buku elektronik. Hal tersebut berkaca pada tren produksi buku versi cetak yang mengalami peningkatan.
 
"Kalau hasil survei kecil-kecilan buku cetak masih diminati oleh masyarakat," ujar Rosidayati kepada Medcom.id di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu, 11 September 2019.
 
Rosidayati menyebut fenomena tersebut tidak dapat dicap sebagai kemunduran bagi bangsa Indonesia, di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Karena buku cetak dan buku elektronik merupakan pilihan masing-masing individu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua jenis buku itu juga memiliki kelebihan dan kekurangan bagi pembacanya. Salah satunya terkait fleksibilitas dalam membaca yang diungguli buku elektronik. Buku cetak dinggap tidak mudah untuk dibawa dan membuat mata lelah.
 
"Dua-duanya hidup berdampingan, saling melengkapi, buku digital tetap ada dengan keunggulan segi kepraktisan, tapi buku cetak tetap ada keunggulan, tidak perlu listrik," jelasnya.
 
Selain itu jika melihat tren pembaca di negara-negara maju juga cenderung menyukai buku cetak dari pada buku elektronik. "Jadi kalau itu kemajuan atau tidak menurut saya yang pentingnya konten," tuturnya.
 
Rosidayati berharap apapun jenis literasi yang digunakan masyarakat dapat meningkatan pengetahuan melalui konten yang berkualitas. Serta dapat meningkatkan minat masyarakat dalam membaca.
 
"Saya kira minat bacanya makin baik, anak muda makin senang membaca dan menulis," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif