Praktisi Pendidikan dari Center of Education Regulation and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji.  Foto/Dok. Pribadi
Praktisi Pendidikan dari Center of Education Regulation and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji. Foto/Dok. Pribadi

Pemerintah Didorong Terbitkan Cetak Biru Pendidikan

Pendidikan Kebijakan pendidikan
Intan Yunelia • 20 Agustus 2019 14:11
Jakarta:Pengamat Pendidikan dari Center of Education Regulation and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji mengatakan, peningkatan alokasi anggaran pendidikan tidak akan berdampak banyak pada wajah pendidikan. Hal itu bisa terjadi, sepanjang pemerintah tidak memiliki cetak biru pendidikan.
 
Indra memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pentingnya negara ini menerbitkan cetak biru pendidikan Indonesia. “Ibaratnya kita mau bangun rumah. Enggak ada blue print-nya. Kita mau buat tiga kamar, dua kamar mandi. Karena nggak ada blue print tahu-tahunya anggaran habis yang terbangun cuma satu kamar saja,” kata Indra saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Menurut Indra, pemerintah saat ini hanya fokus meningkatkan jumlah anggaran, tanpa konsep yang jelas. Anggaran besar dan transparan saja tidak cukup, apabila tak memberikan dampak perubahan yang signifikan di bidang pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Perlu Restrukturisasi Sistem Persekolahan
 
“Kita cuma melihat dari sisi anggaran yang tidak dikorupsi dan selesai. Padahal sebetulnya harus bisa lebih baik dengan anggaran yang sama. Kan efeknya akan berbeda. Itu problem besar dengan kita tidak punya blue print,” jelas Indra.
 
Direktur Utama PT Eduspec Indonesia ini mengatakan, penggunaan anggaran pendidikan mengkritisi anggaran pendidikan yang tidak banyak menjawab persoalan dasar pendidikan di Indonesia. Anggaran meningkat tetapi tidak diikuti dengan naiknya indeks kualitas pendidikan.
 
“Selama ini selalu menguap begitu saja (anggaran Pendidikan). Bu Sri Mulyani kan terus mengeluh masalah itu. Anggarannya besar tapi hasilnya tidak membaik. Sementara beberapa kajian seluruh dunia itu kan menunjukkan kualitas pendidikan di Indonesia salah satu yang terburuk di dunia,” paparnya.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan alokasi anggaran fungsi pendidikan tahun 2020 meningkat cukup signifikan dalam lima tahun terakhir sejak 2015. Rencananya anggaran pendidikan 2020 dialokasikan sebesar Rp505,8 triliun.
 
"Pada tahun 2020 anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp505,8 triliun atau meningkat 29,5 persen (sejak 2015),” kata Jokowi saat Pidato Rancangan Undang-undang Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif