Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB memberi hormat seusai menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Bersama DPD-DPR di Komplek Parlemen, Senayan. ANT/Sigid Kurniawan.
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB memberi hormat seusai menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Bersama DPD-DPR di Komplek Parlemen, Senayan. ANT/Sigid Kurniawan.

Butuh SDM Berhati Indonesia Berideologi Pancasila

Pendidikan Pidato Kenegaraan 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 Agustus 2019 13:07
Jakarta: Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berhati Indonesia dan berideologi Pancasila. Hal tersebut untuk mengimbangi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan di era revolusi industri 4.0 ini.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato kenegaraannya menyampaikan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melompat dan mendahului bangsa lain. Namun, di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan SDM unggul yang toleran, berakhlak mulia, mau terus belajar, bekerja keras, dan berdedikasi.
 
"Kita butuh terobosan-terobosan jalan pintas yang cerdik, mudah, dan cepat. Kita butuh SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila," kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI pada Sidang Bersama DPD-DPR di Gedung Nusantara, Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menegaskan pengembangan pendidikan harus tetap berakar pada budaya bangsa. Mampu memperjuangkan kepentingan nasional, namun juga tanggap terhadap perubahan dunia.
 
"Keluarga dan lembaga pendidikan menempati peran sentral dalam pendidikan anak-anak kita," ucapnya.
 
Budi pekerti, sopan santun, toleransi, dan kedisiplinan, kata Presiden, harus ditanamkan sejak dini. Selain itu harus juga ditanamkan kemandirian, rasa percaya diri, gotong royong dan saling peduli.
 
"Harus kuat ditanamkan dalam pendidikan dasar kita. Mencari sumber belajar sendiri, berpikir kritis, dan tidak mudah terhasut. Problem solving harus sudah tertanam kuat pada pendidikan menengah kita," kata Jokowi.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif