PGRI Kirim Tim Cek Kabar Pemecatan Guru di Bekasi
Suasana di rumah Robiatul Adawiyah, guru yang dipecat dari sekolahnya di Bekasi, Sabtu, 30 Juni 2018, Medcom.id - Antonio
Jakarta: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyesalkan tindak pemecatan yang dilakukan yayasan sekolah terhadap seorang guru di Bekasi, Jawa Barat. Diduga pemecatan bernuansa politik karena dilakukan lantaran perbedaan suara dalam Pemilihan Gubernur Jabar 2018.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi mengaku belum menerima laporan resmi mengenai pemecatan yang terjadi pada Rabiatul Adawiyah. Jadi ia belum mengetahui persis duduk perkaranya.


"Tapi PGRI sudah mengirimkan utusan untuk turun ke sana (Bekasi)," ungkap Unifah kepada Medcom.iddi Jakarta, Sabtu, 30 Juni 2018.

Rabiatul dipecat pihak sekolah lantaran memilih pasangan calon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dalam Pilgub Jabar. Pemecatan terungkap dalam grup WhatsApp lalu viral di sosial media.

Menurut Unifah, perilaku menggiring pada politik praktis yang dilakukan sekolah terhadap guru-gurunya sangat tidak tepat.  "Guru itu harus independen, dan memilih calon tertentu adalah hak setiap guru sebagai warga negara. Harus dihargai, dihormati," tegas Unifah.

Untuk itu, PGRI tidak hanya menentang keras politisasi guru, namun juga akan melindungi guru dengan memberikan bantuan hukum pada guru yang terlanggar haknya tersebut. "Pasti dibantu mediasi, dan kita siapkan bantuan hukum jika diperlukan langkah di jalur hukum," tandas Unifah.

Secara umum, kata Unifah, sebagai Ketum PB PGRI juga sangat menjaga jarak dengan segala urusan politik praktia baik sebelum maupun sesudah Pilkada 2018, juga Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

"Saya tidak mau PGRI dengan anggota 3 juta guru ini dimanfaatkam secara politik, saya memang menjaga jarak dan melindungi PGRI  jarak dari politik praktis," tutup Unifah.

Lihat video:
 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id