Indonesia Tuan Rumah Asia Europe Meeting (ASEM) on Education

Berbagi Pengalaman Penerapan Triple Helix dengan 27 Negara

Citra Larasati 04 Juni 2018 15:09 WIB
Hilirisasi Riset
Berbagi Pengalaman Penerapan <i>Triple Helix</i> dengan 27 Negara
Pembukaan Intermediate Senior Official Meeting (ISOM) Asia Europe Meeting (ASEM) on Education ke-3 . Foto: Humas Kemenristekdikti/ Widiasmi Pangestika.
Jakarta:  Indonesia menjadi tuan rumah Intermediate Senior Official Meeting (ISOM) Asia Europe Meeting (ASEM) on Education ke-3 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018(4/6).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir membuka secara resmi Intermediate Senior Official Meeting (ISOM) Asia Europe Meeting (ASEM) on Education ke-3 di Hotel Fairmont, Jakarta, 4 Juni 2018.  Kegiatan ini diadakan untuk membahas dan menyelaraskan kebijakan pendidikan tinggi di negara-negara di kawasan Asia Eropa melalui wadah kerjasama ASEM.


Pada tahun ini Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menjadi tuan rumah perhelatan internasional yang berlangsung pada 3-5 Juni 2018. Acara tersebut diikuti sekitar 140 peserta dari 14 negara Eropa dan 13 negara Asia serta 9 organisasi internasional sebagai pemangku kepentingan.

"Dari Indonesia hadir 48 perguruan tinggi, 6 Kopertis, 3 Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), dan kementerian lain," kata Nasir, usai membuka acara di Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Dalam pertemuan ini akan dibahas beberapa tema penting terkait pengembangan pendidikan tinggi seperti Recognition and Quality Assurance, Balanced Mobility, Engaging Bussiness and Industries, Long Life Learning (LLL)dan Technical and Vocational Education and Training (TVET).

Terkait dengan tema tersebut Nasir mengatakan, Indonesia akan berbagi mengenai pengembangan pendidikan tinggi Indonesia melalui program penjaminan mutu pendidikan tinggi, serta program-program untuk mendorong kerjasama antara akademisi, bisnis, dan pemerintah (konsep Triple Helix).

"Inovasi juga menjadi hal yang penting dalam pengembangan pendidikan tinggi. Karena hasil riset dari berbagai bidang ilmu harus diaplikasikan ke industri dan masyarakat untuk dikomersialisasikan serta harus memenuhi kebutuhan pasar dunia," pungkas Nasir.




 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id