NEWSTICKER
Kampus UB. Foto: UB/Humas
Kampus UB. Foto: UB/Humas

Penomoran Ijazah Nasional UB Ditargetkan Rampung Agustus

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq, Muhammad Syahrul Ramadhan • 26 Februari 2020 15:45
Jakarta: Universitas Brawijaya (UB) segera menerapkan PIN (Penomoran Ijazah Nasional) pada ijazah para lulusannya. Pengurusan PIN ditargetkan rampung pada Agustus 2020 mendatang.
 
Wakil Rektor I Bidang Akademik Aulanni'am menyebut, ada dua tahapan yang harus dilalui. Pertama reservasi nomor ijazah, dan selanjutnya pemesanan nomor ijazah."Nanti Agustus dipilih program studi (prodi) yang sudah siap. Sehingga diharapkan pada bulan Desember sudah reservasi nomor ijazah sebelum mahasiswa lulus," kata Aulanni'am dikutip dari laman UB, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Syarat mendapatkan PIN, kata Aul, harus memenuhi sejumlah syarat. Pertama proses pembelajaran harus sesuai dengan SNDIKTI (Permenristekdikti No.44 tahun 2015 dan Permenristekdikti No.50 tahun 2018 tentang Perubahan Permenristekdikti No.44 tahun 2015) mengenai jumlah SKS, nilai, lama studi, akreditasi, dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, taat lapor data pada PDDIKTI (Permenristekdikti No. 61 tahun 2016) terkait data pokok mahasiswa melalui proses pembelajaran mahasiswa setiap semester, dan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
 
Sementara itu Sub Koordinator Penjaminan Mutu Pembelajaran Direktorat Belmawa, Didi Rustam menyebutkan, PIN memiliki fungsi vital untuk menghilangkan praktik pemalsuan ijazah yang semakin marak beredar. Dengan PIN, lulusan perguruan tinggi juga tidak perlu lagi legalisir dan tanda tangan basah.
 
Karena sudah ada sistem verifikasi ijazah secara elektronik yang sudah menggunakan nomor ijazah nasional, dan validasinya melalui Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL).Dengan adanya fitur ini, kata Didi, industri akan dipermudah dengan sistem verifikasi ijazah, transkrip akademik, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
 
Begitu juga Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam seleksi CPNS akan mendapatkan kemudahan, karena akan menghubungkan data pada laman SIVIL, sehingga pendaftar CPNS tidak perlu lagi menuliskan riwayat pendidikan dan legalisir ijazah.
 
Ke depan ungkap Didi, data PIN ini akan diintegrasikan dengan lebih banyak instansi pemerintah. Sehingga ketika membutuhkan validasi dan verifikasi data tidak perlu menggunakan pemberkasan manual, melainkan secara elektronik melalui sinkronisasi data.
 
"Sehingga ada rekam jejak mahasiswa pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT). Begitu pula dengan legalisir, ke depan pemerintah akan membuat kebijakan dengan memanfaatkan teknologi lewat tanda tangan elektronik. Saat ini peraturannya sedang kami siapkan sehingga jika peraturan tersebut sudah siap dapat diterapkan di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia," kata Didi

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif