Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Legislator Dukung Perpusnas Ajukan Kenaikan Anggaran

Pendidikan perpustakaan Literasi
Antara • 26 Agustus 2020 17:59
Jakarta:  Sejumlah anggota Komisi X DPR mendukung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengajukan penambahan anggaran untuk tahun mendatang. Perpusnas juga diminta keluar dari zona nyaman saat mengajukan anggaran.  
 
"Perpusnas bisa mengajukan anggaran yang lebih besar, minimal Rp1 triliun. Namun harus diiringi dengan deretan program yang kreatif dan inovatif," ujar Anggota Komisi X DPR, Sofyan Tan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perpusnas, di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020.
 
Sofyan Tan menyayangkan, mengapa anggaran Perpusnas masih di kisaran miliaran rupiah. Padahal, Presiden Jokowi secara jelas memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia yang unggul, yang salah satu fokusnya melalui pemanfaatan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Komisi X DPR, Andreas Hugo Pareira juga meminta Perpusnas keluar dari zona nyaman dalam mengajukan anggaran.  "Anggaran harus berani ditambahkan lebih besar karena Indonesia luas, namun tetap fokus pada keterjangkauan pelayanan yang bersifat nasional terutama di daerah," kata Andreas.
 
Baca juga:  Pustakawan Diminta Buat Peta Jalan Pengembangan Perpustakaan
 
Anggota Komisi X DPR lainnya, Djohar Arifin menilai, Perpusnas bisa meminta sebagian dari alokasi jatah pendidikan senilai 20 persen dari total APBN untuk kebutuhan pengembangan perpustakaan sekolah.
 
"Paling tidak Perpusnas bisa meminta Rp10 triliun dari alokasi APBN untuk pendidikan. Apalagi kondisi perpustakaan sekolah juga masih sangat minim. Terkesan seadanya," kata Djohar.
 
Sementara itu, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando mengatakan, akan segera menyiapkan argumentasi logis sebelum mengajukan penambahan anggaran.  Syarif Bando menambahkan, Perpusnas akan menyesuaikan pada empat tingkatan literasi sesuai standar UNESCO.
 
Keempat tingkatan literasi itu adalah kemampuan mengumpulkan sumber-sumber bahan bacaan yang bermutu, kemampuan memahami yang tersirat dari yang tersurat, kemampuan menghasilkan ide dan inovasi baru, dan kemampuan menciptakan barang atau jasa.
 
"Jika anggaran berhasil ditingkatkan, kami menggaransi mampu membantu menurunkan angka pengangguran melalui ketersediaan koleksi bahan bacaan yang bersifat ilmu-ilmu terapan sehingga masyarakat bisa langsung mengaplikasikan. Sudah banyak masyarakat yang berhasil memperbaiki taraf kesejahteraan hidupnya lewat program perpustakaan berbasis inklusi sosial," kata Syarif.
 
Selain itu, Perpusnas dalam waktu dekat akan mempelajari bagaimana mekanisme pengajuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari para BUMN/BUMD untuk pengembangan perpustakaan di daerah.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif