Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Nadiem Beberkan Keunggulan Kurikulum Merdeka

Ilham Pratama Putra • 11 Februari 2022 14:15
Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendorong satuan pendidikan menggunakan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023. Nadiem membeberkan sejumlah keunggulan Kurikulum Merdeka.

"Pertama, keunggulan Kurikulum Merdeka sama seperti Kurikulum Darurat, namun pertama dia lebih sederhana lebih mendalam," kata Nadiem dalam Peluncuran Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, Jumat, 11 Februari 2022.  

Nadiem menjelaskan standar pencapaian kompetensi Kurikulum Merdeka lebih sederhana. Sebab, materi dibuat lebih sedikit agar guru lebih mudah mendalami konsep pembelajaran yang esensial.

"Bukan kelebaran daripada materi, tetapi kedalaman yang menjadi fokusnya. Jadi, kami mengubah ini dengan membawa guru-guru untuk membantu kita mereformulasi apa itu standar-standar pencapaian dari kurikulum," jelas dia.

Dengan begitu, kata Nadiem, sekolah tak lagi perlu terburu-buru menyelesaikan materi. Hal ini juga lebih menenangkan siswa, karena siswa yang belum mengerti suatu konsep tak perlu dipaksakan pindah ke konsep lainnya.

Keunggulan selanjutnya, jenjang SMA tidak ada lagi program peminatan. Artinya, tidak ada lagi pilihan jurusan IPA atau IPS bagi siswa SMA.

"Berarti dia tidak terkotak-kotak kepada misalnya IPA atau IPS saja, mereka bisa memilih sebagian IPA materi mata pelajaran IPA, sebagian IPS. Dan itu adalah suatu hal yang yang sudah dilakukan banyak sekali program-program kurikulum internasional," sebut Nadiem.

Selanjutnya, sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka diberikan kewenangan mengembangkan kurikulum sesuai karakteristik sekolah. Artinya, ada otonomi bagi sekolah, guru, dan murid menentukan capaian pembelajaran.

Namun, Nadiem memastikan, perubahan struktur dalam capaian pembelajaran itu tidak merugikan guru. Pihaknya menjamin jam mengajar dan tunjangan profesi guru aman meskipun sekolah memiliki otonomi menentukan capaian pembelajaran.

"Jadi, bagi guru-guru yang mungkin khawatir dengan perubahan ini karena lebih fleksibel jam waktunya, kami jamin ini tidak akan merugikan guru. Tidak akan mengurangi jam mengajar dan tunjangan guru. Jadi, ini mohon ditekankan sekali lagi," tutur Nadiem.

Baca: Kurikulum Merdeka untuk Recovery Learning Loss
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan