Belajar Ekonomi di Perusahaan Digital di Gedung BEI
TICMI, perpustakaan di Gedung BEI, Senin, 8 Januari 2018, Medcom.id - Husen Miftahudin
Jakarta:Gerakan Literasi Nasional (GLN) tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga dunia usaha. Tujuannya meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Sementara itu, Indikator Pembangunan Dunia melaporkan kemampuan membaca masyarakat Indonesia masih tertinggal 45 tahun dibandingkan negara maju.

The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) salah satunya. Anak perusahaan self regulatory organization (SRO) PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Setral Efek Indonesia ini berkomitmen meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap dunia pasar modal. Tak hanya bagi karyawan, namun juga untuk masyarakat secara umum.



(Pengunjung membaca buku di perpustakaan milik BEI di Jakarta, Selnin, 8 Januari 2018, Medcom.id - Husen)

TICMI merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan profesi pasar modal dengan visi menjadi pusat referensi, edukasi, dan sertifikasi profesi. Dalam indikator referensi, TICMI punya perpustakaan yang bisa diakses seluruh kalangan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) lantai satu. Di perpustakaan tersebut, ada 2.325 koleksi buku dengan 1.900 judul berbeda.

Sementara perpustakaan digital TICMI disebut RIDMI. Perpustakaan yang baru diresmikan pada 4 Oktober 2017 itu merupakan ruang informasi digital layaknya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). RIDMI merupakan aplikasi gawai yang bisa diunduh di play store.

"Saat ini RIDMI baru tersedia di android/play store, sementara di iOS masih on process. Bagi yang belum bisa men-download kita anjurkan untuk buka dan download versi desktop di ridmi.co," jelas Staf Data Services TICMI Tita Dwi Pratisca saat berbincang dengan Medcom.id.

Di aplikasi tersebut tersedia 2.700 judul buku tentang pasar modal. Layaknya perpustakaan nyata, di aplikasi RIDMI juga berlaku bagi pengguna untuk membaca dan meminjam buku-buku yang ada. Buku tersebut tak bisa diunduh, hanya bisa dibaca dan dipinjam dengan batas waktu yang telah ditentukan.

"Bagi pengguna android tinggal download aplikasinya di play store dan registrasi menggunakan email dan sebagainya. Bila buku yang dicari itu tersedia, misal buku tentang investasi dan manajemen, itu bisa dipinjam dan ada keterangannya nanti. Semua buku yang kita sediakan untuk dibaca dan dipinjam itu gratis," tutur Tita.

Staf Marketing & Communication TICMI Irwansyah menjelaskan, keberadaan RIDMI untuk memudahkan masyarakat yang ada di daerah untuk belajar tentang dunia pasar modal. Pasalnya perpustakaan TICMI yang hanya ada di Jakarta menyulitkan masyarakat daerah untuk mengakses koleksi buku tentang pasar modal.

"Kalau orang-orang yang di luar kota (Jakarta) kan sulit ke sini, mau beli juga mahal. Makanya kita sediakan RIDMI. Tinggal install aplikasinya, maka pengguna bisa baca buku yang mereka inginkan," jelas Irwansyah.

Direktur Utama TICMI Mety Yusantiati mengatakan bahwa RIDMI merupakan bentuk dukungan inklusi keuangan, khususnya di bidang pasar modal. Melalui digital learning, masyarakat diajak untuk mengakses dunia pasar modal secara efektif dan efisien.

"TICMI perlu memberikan pelayanan ekstra bagi pengguna data agar dapat lebih mudah mengakses data-data pasar modal," terang Mety di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta.

Perpustakaan RIDMI merupakan aplikasi perpustakaan digital yang menyediakan e-book, data-data pasar modal, dan referensi yang dirancang untuk publik. Selain menjadi pembaca, masyarakat umum juga dapat berkontribusi dengan menyediakan artikel atau buku-buku terkait pasar modal melalui sah satu fiturnya, e-Pustaka.



(RRN)