Memasuki bulan Juni, langit sudah bersiap menghadirkan berbagai pertunjukan seru buat siapa saja yang suka melihat ke atas. Menariknya lagi, sebagian besar fenomena langka ini bisa disaksikan dengan jelas dari wilayah Indonesia.
Pemandangannya pun sangat beragam, mulai dari indahnya bulan purnama yang berwarna hangat, sampai deretan planet yang tampak berbaris rapi di langit subuh. Selain itu, fenomena langit ini bukan cuma sekadar tontonan yang memanjakan mata.
Lewat fenomena ini, masyarakat bisa belajar banyak hal tentang rahasia alam semesta, seperti cara kerja gravitasi dan bagaimana planet-planet bergerak mengitari matahari.
Bintang tamu yang paling ditunggu pada bulan Juni ini adalah kemunculan pusat atau inti Galaksi Bimasakti (Milky Way). Pemandangan kabut putih berisi miliaran bintang ini selalu jadi buruan utama para pencinta astronomi karena bentuknya yang sangat megah.
Bagi yang tidak ingin melewatkan momen berharga ini, mencatat jadwal kemunculan setiap fenomena wajib dilakukan. Berikut daftar lengkap sembilan fenomena astronomi memukau yang siap memanjakan mata sepanjang Juni 2026 dikutip dari laman National Geographic dan Sea and Sky:
Daftar Fenomena Astronomi Juni 2026
1. Konjungsi Jupiter dan Venus
Pada 8 dan 9 Juni, dua planet paling terang, Jupiter dan Venus akan tampak sangat berdekatan dengan jarak hanya 1,5 derajat yang setara satu lebar jari kelingking di langit barat laut setelah matahari terbenam. Fenomena langka ini memungkinkan pengamat untuk melihat kedua planet tersebut secara bersamaan hanya dengan menggunakan bantuan teropong binokular.2. Konjungsi Saturnus dan Bulan
Dini hari pada 10 Juni, planet Saturnus dan Bulan yang sedang berada dalam fase sabit tipis akan tampak berdampingan dalam jarak 5 derajat. Peristiwa yang muncul di cakrawala timur selepas tengah malam ini menjadi momen terbaik untuk mengamati kemunculan cincin Saturnus menggunakan teleskop kecil.3. Penyelarasan Diagonal Mars, Bulan, dan Saturnus
Pada 11 Juni, sekitar satu jam sebelum matahari terbit, rona merah Mars, Bulan sabit tipis, dan Saturnus akan membentuk formasi garis diagonal yang ketat di langit timur. Keesokan paginya pada 12 Juni, posisi Mars dan Bulan akan terlihat semakin dekat dengan jarak hanya sekitar 6,5 derajat.4. Fase Bulan Baru dan Inti Galaksi Bimasakti
Fase Bulan Baru akan terjadi secara tepat pada 15 Juni ketika posisi Bulan berada di sisi yang sama antara Bumi dan Matahari. Kondisi tanpa pantulan cahaya bulan ini menjadikannya waktu paling sempurna sepanjang bulan untuk mengamati objek-objek redup di luar angkasa seperti gugusan bintang dan bentangan inti galaksi Bimasakti (Milky Way).5. Merkurius di Titik Elongasi Timur Maksimum
Pada hari yang sama dengan Bulan Baru, planet Merkurius akan mencapai titik elongasi timur maksimum sebesar 24,5 derajat dari Matahari. Ini merupakan waktu terbaik sepanjang bulan untuk mengamati Merkurius karena posisinya berada di titik tertinggi di atas cakrawala barat, tepat sesaat setelah matahari terbenam.6. Titik Balik Matahari atau Solstis Juni
Peristiwa astronomi Solstis Juni secara resmi terjadi pada 21 Juni saat Kutub Utara Bumi miring menghadap Matahari, tepat di atas Garis Balik Utara (23,44 derajat Lintang Utara). Peristiwa ini menandai hari pertama musim panas (solstis musim panas) di belahan bumi utara serta hari pertama musim dingin (solstis musim dingin) di belahan bumi selatan.7. Puncak Hujan Meteor Bootid
Hujan meteor yang berasal dari sisa-sisa debu komet yang melintas ini akan mencapai puncaknya pada malam 27 Juni. Meskipun tergolong sebagai hujan meteor ringan, masyarakat di wilayah bersemayamnya rasi bintang Boötes di langit utara berpeluang melihat lintasan puluhan meteor pada awal malam.8. Pertemuan Mars dan Gugus Bintang Pleiades
Mulai 27 hingga 30 Juni, planet Mars yang berwarna jingga akan bertemu dengan gugus bintang Pleiades yang memancarkan cahaya biru pucat. Kombinasi warna kosmik yang kontras ini dapat diamati di atas cakrawala timur sekitar 90 menit sebelum matahari terbit.9. Fenomena Strawberry Moon atau Bulan Purnama Penuh
Bulan Purnama penuh akan terjadi pada 30 Juni ketika posisi Bulan berada di sisi berlawanan dengan Matahari sehingga seluruh wajahnya terpapar cahaya penuh.Selain dikenal oleh suku asli Amerika sebagai Strawberry Moon karena bertepatan dengan puncak musim panen buah stroberi liar, bulan purnama ini secara tradisional juga kerap dijuluki sebagai Rose Moon (Bulan Mawar) dan Honey Moon (Bulan Madu).
Sobat Medcom, itulah rincian lengkap mengenai daftar fenomena langit yang akan memeriahkan bulan Juni. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News