ilustrasi perpustakaan. Ilustrasi: Medcom.id/M. Rizal.
ilustrasi perpustakaan. Ilustrasi: Medcom.id/M. Rizal.

Buku Perguruan Tinggi Paling Banyak Dibajak

Pendidikan Literasi
Kautsar Widya Prabowo • 12 September 2019 07:07
Jakarta: Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina mengatakan, pembajakan buku perguruan tinggi paling banyak ditemukan oleh penerbit. Meski ia tidak memiliki data pasti, pelaku penerbit buku perguruan tinggi mengeluhkan kerugian yang besar atas tindakan melanggar hukum itu.
 
"Mereka melaporkan semakin marak dan angkanya makin fantasits, karena tidak hanya konvensional lewat buku tapi juga lewat online, ada di marketplace. makin marak makin masif," ujar Rosidayati kepada Medcom.id di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu, 11 September 2019.
 
Ia menilai fenomena tersebut dilatarbelakangi tingginya harga jual buku asli dan minimnya kuantitas buku. Sedangkan mahasiswa dituntut harus memiliki buku untuk penunjang pendidikannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka harus banyak baca buku untuk menyelesaikan masa studinya, itu lebih kepada kebutuhan mahasiswa yang memerlukan buku. Sementara dananya terbatas, akhirnya mencari jalan pintas (pembajakan)," jelasnya.
 
Salah satu penerbit yang ia ketahui merugi akibat praktik pembajakan buku perguruan tinggi adalah Erlangga. Lantaran harga buku bajakan dijual jauh lebih murah 20 persen dari harga buku original.
 
Sedangkan penerbit dalam melakukan percetakan tentunya memerlukan biaya yang terbilang tidak sedikit. Salah satunya dalam memberikan royalti kepada penulis.
 
"Dengan 20 persen pembajak tidak memikirkan royalti penulis, penerbit tentunya membutuhkan biaya-biaya dalam penerbitannya, ada hak-hak orang yang dilanggar dalam penerbitan buku bajakan," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif