Rektor Unhan Prof Amarulla Octavian (pakaian putih) saat meninjau fasilitas EMT di Turin, Italia. Foto: Unhan
Rektor Unhan Prof Amarulla Octavian (pakaian putih) saat meninjau fasilitas EMT di Turin, Italia. Foto: Unhan

Rektor Unhan Paparkan Konsep Biodefense Khas Indonesia ke WHO

Pendidikan WHO pandemi Kementerian Pertahanan Universitas Pertahanan
Wandi Yusuf • 21 April 2022 18:58
Jenewa: Rektor Universitas Pertahanan RI (Unhan), Laksdya TNI Prof Amarulla Octavian, memaparkan konsep pertahanan biologis atau biodefense khas Indonesia ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Konsep biodefense ini sebagai upaya Indonesia dalam menghadapi ancaman pandemi berikutnya.
 
"Biodefense amat penting untuk mengantisipasi pandemi berikutnya atau mengatasi bahaya weapon of mass destruction (WMD). Biodefense, bagi Unhan, merupakan kurikulum penting dalam pelatihan nantinya," kata Octavian yang dipercaya menjadi ketua Delegasi Indonesia saat menghadiri Technical Expert Meeting for Establishing Health Emergencies Operational Readiness Training Hub di kantor WHO, di Jenewa, Swiss, Kamis, 21 April 2022. 
 
Dia mengatakan biodefense memiliki komponen biointelligence dan biosecurity yang dapat dijabarkan dalam beberapa modul pelatihan. Rektor Unhan juga memaparkan kesiapan Unhan menjadi Pusat Pelatihan Emergency Medical Team (EMT). Hal ini sesuai dengan standar WHO untuk kepentingan nasional dan regional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan antar-ahli kesehatan sedunia tersebut juga diikuti delegasi dari Ethiopia (perwakilan dari Afrika) dan dari Norwegia (perwakilan dari Eropa). Ada juga WHO perwakilan Asia Tenggara dan WHO perwakilan Indonesia. 
 
Seluruh delegasi memaparkan kemajuan penanganan emergency medical readiness di negara masing-masing. Termasuk, saling bertukar pengetahuan dan berbagi pengalaman dalam manajemen kesehatan pada situasi darurat ketika terjadi bencana dan pandemi. 
 
Dalam kesempatan itu, Delegasi Indonesia juga memaparkan konsep pelatihan emergency medical team sebanyak tujug modul untuk diterima sebagai standar internasional. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dinilai memegang peran penting dalam manajemen kesehatan di Indonesia. 
 
Direktur WHO Emergency Preparedness, Nedret Emiroglu, menilai pentingnya Pusat Krisis Kesehatan untuk negara-negara di dunia. 
 
Turut hadir sebagai anggota delegasi adalah pejabat PTRI, Dekan Fakultas Farmasi Militer, Wadek Fakultas Kedokteran Militer, Direktur Kesehatan Kementerian Pertahanan RI, dan pejabat dari Kementerian Kesehatan RI.
 
Baca: IPB dan Unhan Kerja Sama Temukan Pengganti Bahan Baku Impor untuk Farmasi
 
Sebelum pertemuan, Delegasi Indonesia mendapat kesempatan meninjau fasilitas EMT di Turin, Italia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan para pakar mengenai mekanisme dan prosedur pelatihan.
 
Sebagai tindak lanjut pertemuan di Jenewa, maka dalam waktu dekat tim WHO akan melakukan peninjauan fasilitas, sarana, dan prasarana Unhan RI. Pertemuan juga membahas kesempatan para kadet mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Militer dan Fakultas Farmasi Militer Unhan untuk melaksanakan penelitian bersama para pakar kesehatan WHO.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif